Saat ini, wisata yang lebih dikenal dari Pulau Lombok adalah keindahan pantai di kepualuan Gili-nya. Namun sebenarnya, di Pulau Lomboknya sendiri juga terdapat beberapa pantai yang juga cukup menarik untuk dikunjungi. Selain pantai, ada juga beberapa lokasi wisata kebudayaan yang sangat menarik seperti Desa Sade yang merupakan desa berpenduduk asli Pulau Lombok, suku Sasak.

Pantai di Pulau Lombok
Di Pulau Lombok ada beberapa pantai yang saya rekomendasikan untuk dikunjungi. Diantaranya adalah pantai Kuta (yup, betul! Namanya sama dengan yang ada di Bali) dan pantai Seger.

Pantai Kuta yang berjarak sekitar 1.5 jam dari kota Mataram ini adalah pantai yang saat ini menjadi tujuan wisata utama masyarakat di Lombok. Keunikan dari pantai ini adalah butiran pasirnya yang menyerupai butiran merica sehingga sangat bagus untuk menjadi pasir hias pelengkap dekorasi rumah.

image
Sebuah batu karang besar di Pantai Kuta
image
Pantai Kuta di musim hujan akan terlihat perbukitan yang lebih hijau
image
Hamparan pasir putih merica di Pantai Kuta

Pantai ini juga terkenal dengan legenda mengenai Putri Mandalika. Seorang putri cantik dengan rambut yang sangat indah yang menjadi pujaan banyak pangeran dan pemuda; ia kemudian memilih untuk terjun ke laut karena tidak bisa menentukan pilihan siapa pria yang akan dinikahinya. Sebelumnya, ia sempat berjanji akan kembali ke daratan sekali dalam setahun. Wujud kembalinya sang putri ke daratan adalah dalam bentuk ribuan cacing yang bercahaya yang disebut cacing Nyale, yang dipercaya oleh masyarakat sekitar merupakan jelmaan dari rambut indah sang putri. Masyarakat kemudian merayakan kedatangan sang putri ini dengan upacara yang disebut dengan upacara Bau Nyale.

Tak jauh dari Pantai Kuta, terdapat sebuah pantai yang menurut saya jauh lebih memukau; namanya Pantai Seger. Pantai ini terletak di area Tanjung Aan.

Cara terbaik untuk menikmati keindahan alam di Pantai Seger ini adalah dari atas bukit di sisi pantai ini. Dari atas bukit ini bila kita menghadap ke lautan, di sisi kiri akan terlihat hamparan pasir putih Pantai Seger dan birunya lautan indah dan di sisi kanan adalah pantai khusus untuk hotel Novotel yang juga tak kalah indahnya.

image
Pemandangan Pantai Seger dari atas bukit
image
Pantai Novotel dan bukit yang membatasi antara Pantai Novotel dan Pantai Seger

Lokasi Wisata Lain di Pulau Lombok
Selain pantai-pantainya yang indah, Lombok juga memiliki lokasi lain yang wajib dikunjungi. salah satunya adalah Desa Sade yang dihuni oleh suku asli Pulau Lombok, suku Sasak. walaupun demikian, desa ini sudah dikelola dengan sangat baik oleh pemerintahan setempat sebagai salah satu situs wisata kebudayaan di Lombok.

Saat tiba di desa ini, kita akan disambut oleh para tour guide yang adalah kaum muda di desa ini yang telah mendapatkan pelatihan dari pemerintahan setempat. Mereka akan mengajak kita mengelilingi desa ini sambil menjelaskan secara detail mengenai suku Sasak. Mereka juga cukup fasih untuk menjelaskan dalam bahasa Inggris.

Di desa ini kita bisa melihat secara langsung bagaimana kehidupan sehari-hari suku Sasak. sumber penghasilan mereka adalah bercocoktanam yang dilakukan oleh kaum pria. Sedangkan untuk kaum perempuan, mereka akan mengisi hari-harinya dengan menenun dan mengurus rumah tangga.

image
Ini adalah bangunan lumbung khas suku Sasak yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan hasil panen mereka
image
Ini adalah salah satu rumah suku Sasak di Desa Sade

Salah satu kebiasaan yang unik dari suku Sasak adalah proses sebelum pernikahan terjadi; perempuan yang akan dinikahi harus diculik terlebih dahulu. Biasanya seorang perempuan akan ditaksir oleh beberapa pemuda; apabila si perempuan bersedia untuk dinikahi oleh seorang pemuda, maka ia harus memberitahukan si pemuda untuk menculiknya di jam tertentu. Untuk pemuda yang ditolak cintanya, si perempuan akan memberikan jam penculikan yang salah dimana ketika mereka datang untuk menculik, si perempuan sudah terlebih dahulu diculik oleh pemuda idamannya. Lamanya masa penculikan sangat tergantung dari berapa lama pihak keluarga perempuan bisa bernegosiasi dengan keluarga perempuan untuk bisa merestui pernikahan mereka. Hanya akan ada satu atau dua orang dari keluarga pemuda yang tahu keberadaan si pemuda; orang inilah yang akan menjadi sumber informasi si pemuda mengenai hasil kesepakatan kedua belah pihak.

Selain Desa Sade, ada juga sebuah desa yang dikhususkan untuk menjadi desa penghasil kain tenun khas Lombok; namanya Desa Sukarare. Di desa ini juga dihuni oleh suku Sasak.

Begitu tiba di desa ini, kita akan disambut ramah oleh seorang perempuan bernama Mbak Manggis; ia yang akan menjadi tour guide untuk berkeliling melihat proses menenun. Ada kisah menarik mengenai Mbak Manggis. Ia hanyalah lulusan SMP namun menguasai 3 bahasa asing; Inggris, Perancis dan Spanyol. Ketiga bahasa ini ia pelajari tanpa mengikuti kursus bahasa, ia mempelajarinya dari para turis yang datang dan berbaik hati mengajarkan ia bagaimana menjelaskan proses menenun dalam bahasa-bahasa tersebut.

image
Berfoto bersama Mbak Manggis di depan pusat penjualan kain tenun Desa Sukarare

Semua perempuan di Desa Sukarare ini pasti bisa menenun. Dari usia muda, mereka sudah dilatih oleh ibunya sendiri. Kita juga bisa belajar menenun di desa ini; saya sempat mencobanya dan ternyata memang bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan sehelai kain tenun sangat bergantung pada ukurannya. Untuk sehali kain tenun berukuran kecil seperti kain selendang dengan lebar sekitar 20cm dan panjang 1m, dibutuhkan waktu seminggu. Sementara untuk sebuah kain tenun seukuran sarung, bisa saampai 3 bulan. Jadi sangatlah wajar bila harga kain tenun itu mahal! Dibutuhkan keahlian dan ketelitian yang sangat tinggi untuk bisa membuat kain-kain tersebut.

image
Seorang remaja putri suku Sasak sedang menenun kain

Kemampuan menenun kaum perempuan suku Sasak biasanya menjadi patokan apakah mereka sudah layak untuk berumahtangga atau belum.

Bila ingin membeli kain tenun hasil karya perempuan suku Sasak di Desa Sukarare, bisa langsung ke pusat penjualan kain yang terletak di depan desa yang juga merupakan titik pertama saat tiba di desa ini. Tempatnya sangat nyaman dan bisa belajarrr juga bagaimana menggunakan kain tenun tersebut sesuai tata cara suku Sasak.

image
Bule Poland lagi nyobain kain tenun Lombok

Nah, bila kamu berencana untuk mengunjungi Lombok, pastikan yah untuk bisa menghampiri tempat-tempat diatas. Selamat menikmati liburan di Lombok😉

Beberapa tips saat kamu mengunjungi desa-desa ini:
– hati-hati dengan tour guide liar ketika di Desa Sade. Pastikan kamu hanya menggunakan tour guide yang sudah disiapkan ketika kamu memasuki pintu masuk Desa Sade.
– Tidak ada patokan harga khusus untuk para tour guide resmi ini. mereka hanya menerima sumbangan suka rela yang dikumpulkan di pintu keluar desa.
– berhati-hati saat membeli kain tenun di Desa Sade karena harganya bisa sangat mahal sekali. sebaiknya bila ingin membeli kain tenun, belilah di Desa Sukarare.
– Jangan khawatir mengenai cara pembayarannya membeli kain di Desa Sukarare karena mereka sudah bisa menerima pembayaran dengan kartu debit maupun kartu kredit.

Cheers,
– A K –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s