Bersuaralah Bila Ingin Didengar

Beberapa hari yang lalu saya dan seluruh tim komunikasi kantor saya mendapat kunjungan dan melakukan meeting dengan pemimpin divisi komunikasi untuk cluster Sout East Asia Australia. Kunjungan seperti ini sebenarnya sudah biasa karena Indonesia adalah pasar besar bagi perusahaan kami dan bagian dari Top 10 country dengan kontribusi terbesar di seluruh dunia.

Pada kesempatan ini, selain kami memberikan update dari program yang kami jalankan, kami juga melakukan dialok di akhir pertemuan. Dalam dialok tersebut ada satu hal yang menjadi highlight saya; Mengapa kinerja tim Indonesia yang begitu bagus tidak terdengar di mata tim global?

Jawabannya bukan karena orang-orang di global tak pernah membahas mengenai kinerja Indonesia tapi karena mereka tidak punya bahan untuk dibahas karena tim Indonesia tidak pernah memberitakan apa yang telah, sedang dan akan dikerjakan. Tim Indonesia sangat sibuk untuk mengerjakan semuanya dengan sangat baik dan menyepelekan mengenai melaporkan hal tersebut. Sangat bagus untuk fokus dalam mengerjakan semuanya dengan sangat baik; tapi dalam dunia kerja terutama di perusahaan dengan organisasi yang sangat besar, memberikan laporan kegiatan juga sangat penting untuk memastikan semua pihak terkait mengetahui perkembangan dari pekerjaan kita.

Ada beberapa alasan kenapa kita memilih untuk tidak memberikan laporan kegiatan yang berjalan sukses. Diantaranya karena tidak ingin dianggap besar kepala. Budaya kita mengajarkan untuk membiarkan orang lain yang melihat pekerjaan kita dan menilainya bagus. Rendah hati.

Namun, ditengah persaingan yang ketat dalam sebuah organisasi yang besar, rendah hati bukan berarti tidak melaporkan hasil kinerja yang bagus. Membuat laporan adalah kewajiban dan rendah hati dapat di lakukan dengan tidak memakan sendiri pengakuan akan hasil kerja yang baik. Berikan setiap individu yang terlibat untuk juga bisa menikmati hasilnya.

Bersuaralah bila ingin didengar.

Kolega kita mungkin (pasti ada) akan menganggap kita penjilat. Tapi bila kita “menjilat” (meminjam istilah yang diberikan para kolega tersebut) dengan memberikan kinerja yang bagus dan rutin melaporkan progres kerja kita, maka kita menjilat dengan cara yang tepat! Teruskan!! Kolega kita adalah orang-orang yang iri atas perhatian dan penghargaan yang diberikan kepada kita dan tim kita.

Alasan lain adalah kita menganggap apa yang kita kerjakan sebagai hal yang biasa-biasa saja. Khawatir bila pekerjaan tersebut dilaporkan kita akan dicemooh dan direndahkan.

Hal ini bisa terjadi antara karena kita merasa inferior atau bisa jadi karena kita malah melakukan yang namanya take it for granted dari apa yang sudah kita kerjakan sendiri.

Dan anehnya, setelah sering melihat contoh dari negara-negara lain yang melaporkan pekerjaannya, yang buat kita kok biasa-biasa saja, kita terus-terusan mencemooh saja. Hasilnya, negara lain mendapatkan perhatian dan kita… tetap jalan di tempat.

be proud of what you have done well dan bersuaralah bila ingin didengar.

Kolega kita, lagi-lagi, akan membuat omongan negatif dengan mengatakan hal yang sama kepada negara-negara yang melaporkan pekerjaan yang menurut kita biasa-biasa saja. Tapi bila apa yang kita kerjakan adalah untuk mencapai target yang disepakati dengan perusahaan, maka berbanggalah bila kita bisa menyelesaikan hal tersebut dan mencapai target yang diharapkan. Kolega kita, lagi-lagi, adalah orang yang iri karena pekejaan mereka yang mereka kira jauh lebih besar bebannya malah tidak mendapatkan perhatian dan penghargaan.

Masih banyak alasan-alasan lain, tapi semuanya akan kembali pada satu jawaban yaitu kita harus melaporkan pekerjaa kita, baik atau buruk hasilnya.

Bersuaralah bila ingin didengar.

Cheers,
– A K –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s