Adilkah ini?

Setiap keputusan yang diambil, baik oleh diri kita sendiri maupun oleh orang lain untuk diri kita, tentunya kita selalu ingin agar keputusan itu adalah sebuah keputusan yang adil bagi diri kita. Dan seringkali kita juga menyadari bahwa sesuatu yang adil buat kita memang akan menjadi tidak adil untuk orang lain. Hal ini lah yang membuat kita terkadang ragu untuk menjalani sebuah keputusan dengan sepenuh hati karena kita khawatir apakah hal tersebut akan mempengaruhi pandangan orang terhadap diri kita. Akhirnya, hasilnya pun menjadi tidak optimal.

Beberapa contoh yang bisa kita lihat, tidak usah jauh-jauh, salah satunya adalah dalam keluarga kita sendiri. Sering kali kita merasa adanya perlakuan yang tidak adil dari orang tua kita terhadap anak-anaknya. Ada juga yang merasa bahwa seiring berjalannya waktu, beban yang diberikan kepadanya lebih berat dibandingkan dengan anak-anak yang lainnya. Bahkan terkadang antara suami dan istri pun sering terjadi salah satunya merasa bahwa dia mendapat tanggung jawab yang lebih besar dalam keluarga.

Buat kita yang anak muda (hehehehe masih berasa muda nih🙂 ), dalam hubungan percintaan pun sering kita temui keputusan adil yang tidak adil. Putus dengan alasan bahwa kita tidak ada lagi kecocokan, aku sudah tidak ada rasa lagi dengan kamu, kita sudah berbeda prinsip, aku tidak melihat masa depan yang baik dengan kamu, dlsbnya semuanya itu datang dari salah satu pihak yang merasa seperti itu. Buat yang mutusin sih adil, tapi belum tentu buat yang diputusin.

Begitu juga dalam berkarir. Sebuah promosi yang diberikan kepada seseorang, seringkali dianggap salah dan tidak adil karena didasari pada dia lebih senior, dia lebih baik performance nya, dia lebih sigap, dlsb. Bahkan dalam sebuah hukum perundang-undangan pun sering terjadi ada yang merasa tidak adil dengan aturan-aturan yang ada.

Selalu ada pro dan kontra dalam sebuah keadilan. Adil buat siapa? Adil menurut siapa?

Jadi kalau kita mau mengatakan “hal ini lah yang paling adil”, itu hanya didasari pada “rasa” yang akan dialami oleh mayoritas orang atau “rasa” yang bisa membuat diri kita bahagia untuk menjalaninya. Dan setiap orang akan memiliki “rasa” yang berbeda-beda.

jadi kalau ditanya “adilkah ini?” maka jawabannya akan bergantung pada siapa yang menjalaninya.

Satu-satu nya hal yang adil di dunia ini adalah setiap orang didunia ini PASTI pernah merasakan ketidakadilan. Jadi kita bisa merasa bahwa bukan hanya kita yang menderita karena ketidakadilan tapi semua orang didunia ini juga pernah/sedang/akan merasakan ketidakadilan ini.

Oleh karena itu, sebaiknya kita lebih memikirkan apa yang kita perlu lakukan untuk menindaklanjuti keputusan yang sudah dibuat agar tidak sia-sia hasilnya. Dari pada marah karena saudara kita lebih disayang, mendingan mikirin bagaimana caranya untuk membuat kehidupan kita tetap cerah dikemudian hari dengan keterbatasan kasih sayang yang ada. Dari pada kita protes karena kenapa si A yang dipromosikan, lebih baik kita memikirkan bagaimana caranya kita meningkatkan kualitas diri kita untuk bisa menjadi seorang pekerja yang berpotensi. Dari pada kita kecewa karena diputusin oleh mantan kita, lebih baik kita memikirkan bagaimana mempercantik atau mempertampan diri sehingga bisa menarik buat calon-calon pacar baru.

Intinya, ketidakadilan yang kita rasakan bukanlah karena salah orang lain dan bukan juga salah kita; bukan untuk membuat kita berlarut-larut dalam kesedihan. Ketidakadilan yang kita alami adalah sebuah peluang bagi kita untuk bisa memperlihatkan kelebihan kita.

Cheers,
– A K –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s