Perbesar Zona Nyaman Anda

kita semua pasti pernah merasakan harus mengerjakan sesuatu yang tidak kita sukai atau di luar dari zona nyaman kita. Pada saat itu terjadi tidak jarang kita akan membuat berbagai alasan untuk membentengi diri kita dari kemungkinan hasil yang tidak sesuai harapan dengan berpikir “ya, wajar aja kalo gak OK hasilnya. Ini kan bukan hal yang gw sukai atau pahami dengan baik”. Terkadang, pemikiran itu kita tanamkan jauh sebelum kita mulai melakukan hal yang di luar zona nyaman kita tersebut. Selain membentengi pikiran kita, kita juga sering kali melakukannya dengan tidak sungguh-sungguh yang pada akhirnya mengantar kita ke hasil yang memang tidak OK sesuai dengan apa yang kita pikirkan dari awal.

 

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah berdiskusi dengan salah satu pemimpin PR Agency mengenai pengembangan kapabilitas anggota tim nya. Salah satu kendala adalah mengenai pekerjaan yang diluar zona nyaman dari anggota tim mereka. Ada satu titik kita semua sempat merasa bahwa ini akan menjadi susah diatasi karena berhubungan dengan zona nyaman seseorang yang kalau dipaksakan malah hanya akan membuat performa orang tersebut terlihat tidak bagus. Namun, apabila dibiarkan begitu saja maka tidak bisa berkembang juga.

 

Berkaca pada pengalaman pribadi masing-masing, ternyata kita semua pernah berada di situasi tersebut dan berhasil melewati hal tersebut dengan baik. mengambil intisari dari pengalaman tersebut, kita menyadari bahwa pada saat kita terpaksa melakukan sesuatu yang di luar zona nyaman, kita merubah cara pandang kita sehingga hal tersebut bukan menjadi sebuah beban melainkan menjadi sebuah kesempatan untuk berkembang. kita harus melihat saat kita melakukan sesuatu yang berada di luar zona nyaman kita, dengan cara pandang “saya bukan sedang melakukan sesuatu yang di luar dari zona nyaman saya melainkan saya sedang memperbesar zona nyaman saya”

 

Dengan cara pandang tersebut, kita akan terbawa dengan sendirinya untuk mengumpulkan dukungan dari sekeliling kita untuk membantu kita dalam menyelesaikan hal tersebut dengan sebaik-baiknya. Ini karena kita menyadari bahwa ini bukan sesuatu yang asing buat kita melainkan sesuatu yang perlu kita pahami lebih dalam. Ini sesuai dengan yang tertulis dalam buku yang laris berjudul ‘the secret’ tulisan  Rhonda Byrne mengenai  law of attraction.

 

Yang perlu juga kita sadari adalah sampai seluas apa zona nyaman ini perlu kita perbesar. Kita memang perlu untuk tak henti-hentinya untuk belajar namun kita harus juga sadar bahwa kita punya kapasitas kemampuan juga. Ambisi yang besar dapat membawa kita kepada pencapaian yang maksimal, namun maksimal bisa membuat kita justru tidak bahagia juga. Saya akan selalu menyarankan untuk mencari pencapaian yang optimum, bukan Maksimum (baca perbedaan maksimal dan optimal: Kerja Semaksimal Mungkin atau Seoptimal Mungkin?)

 

Kita mungkin sudah mengetahuinya, namun tidak jarang kita melupakan dan terjebak dalam situasi seperti pada pada paragaf pertama. Saya pun demikian, perbincangan saat itu justru menyadarkan saya mengenai apa yang saya harus lakukan, yang awalnya saya rasa sebagai hal yang di luar zona nyaman saya, adalah bagian dari proses dalam diri saya untuk memperbesar zona nyaman saya. ironisnya, quote memperbesar zona nyaman ini justru keluar dari mulut saya. (I was being slaped by my own words! hahaha).

 

So, starting now, let’s always twist our negative thought with this new positive thought:

I am not doing something out of my comfort zone; I am expanding my comfort zone!

 

cheers,

-AK-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s