Blackberry vs. Gaya Hidup

10 tahunan lalu yang namanya telepon genggam mulai menjadi “must have item” dalam kehidupan kita. Gak peduli mereknya apa, yang penting adalah itu telepon genggam. Seiring dengan perkembangan gaya hidup, para produsen telepon genggam ini pun mulai memodifikasi produk mereka sesuai dengan kebutuhan dari kelompok-kelompok masyarakat.

Sampai akhirnya kita bisa melihat bahwa yang namanya telepon genggam bukan hanya sekedar alat komunikasi tapi juga menjadi sebuah gaya hidup dan identitas social dari seseorang. Hanya dari melihat merek dan tipe telepon genggamnya, kita bisa mengenali orang tersebut berasal dari strata ekonomi dan hoby dari orang tersebut.

Sekitar lima tahun yang lalu, trend baru dalam teknologi telepon genggam merambah dalam gaya hidup masyarakat kita. Trend ini kita terjemahkan dalam sebuah kalimat “pin lu berapa?”. Yup, trend itu adalah telepon genggam Blackberry (BB). Saat ini hampir semua orang pakai BB, bahkan sampe ke tukang jualan warung kopi depan kos gw pun ngomongin tentang plus minusnya berbagai tipe BB hehehe.
As we know, BB ini juga punya berbagai macam tipe, diantaranya ada pearl, curve, dan Bold. Dan baru-baru ini juga diluncurkan lagi varian terbaru Bold yaitu Bold9900. Dalam kelompok tipe BB, Bold adalah merupakan strata yang tinggi.


Saat peluncuran ini orang-orang langsung buru-buru pengen ganti BB nya. Dan dari beberapa yang gw tanya kenapa ganti, jawabannya simple, “keren modelnya”. Dari jawaban ini menggambarkan bahwa penggunaan BB bukan lagi mengenai teknologinya, tapi sudah benar-benar mengenai mengikuti trend terbaru dari sebuah brand yang terkenal.

Salah satu bos gw sampe berkelakuan agak kekanak-kanakan karena Bold9900 ini. Ditengah meeting teleconference, dia tiba-tiba mute alat telecom nya dan mengangkat Bold9900 nya dan mengayun-ayunkan ke muka saya dan bos saya yang lain, bener2 diarahkan ke muka kita hahaha. Sempet bingung kirain mau nunjukin email tapi gerakannya cepat banget sampe akhirnya dia ngomong “ini Bold yang baru loh”. Suasana hening seketika dan dilanjut dengan kita tertawa ngakak. Dan dia adalah salah satu yang menjawab “keren modelnya” hahahaha

Setuju sih, designya keren, simple dan elegan. Kalo gw bilang, designya ini cocok dengan para eksekutif muda yang serius bekerja . Dan kalo buat cowo yang jempulnya umumnya lebih gede, keypadnya juga jauh lebih nyaman jadi kemungkinan typo lebih kecil.

Di Bold9900 ini, BB berusaha menangkap sebuah trend yang sedang berkembang di masyarakat yaitu trend layar sentuh. Sebenarnya teknologi touch screen BB sudah di pakai juga dalam salah satu tipe BB yaitu torch. Bedanya, torch itu keypad nya di sliding sedangkan Bold9900 ini berada pada 1 permukaan yang sama dengan layarnya.

Cuma sayangnya, daya tahan baterai Bold9900 ini sangat singkat. Dalam sehari gw bisa ngecharge sampe tiga kali. Jadi sebenarnya agak kontradiktif dengan designya yang cocok untuk kaum eksekutif, untuk batrenya sangat tidak sesuai bagi eksekutif. Para eksekutif ini biasanya sangat aktif dan dinamis. Mereka bisa berada di berbagai tempat berbeda dalam sehari dan menghadapi meeting bisa sampai lebih dari lima. Memang sih chargeran Bold9900 ini sangat praktis dibandingkan dengan chargeran BB yang sebelum-sebelumnya, tapi tetap aja paling nyebelin kalo udah kayak gini, bisa kayak orang kebakaran jenggot nyari-nyari tempat ngecharge. Kebayang kalau lagi saking sibuknya diskusi trus lupa ngecharge, bisa jadi urusan komunikasi baik via BBM maupun email jadi terhambat dan belum lagi kalau mereka harus meeting di restoran/café yang tidak menyediakan colokan listrik didekat mereka.

Mengingat bahwa BB ini sudah menjadi gaya hidup, jadi kayaknya masalah baterai ini menjadi masalah yang cukup mengganggu. Bukan hanya bagi para eksekutif tapi juga bagi para BB user lainnya yang sering meng-abuse BBM mereka setiap saat untuk gossip dan bertukar info terbaru. Agak-agak gimana gitu kalo lagi dikeramaian liat orang-orang sibut pencat-pencet BB tapi kitanya hanya bisa menatap sedih karena BB kita lagi bobo masih dalam tas/saku. Teman gw sempat mau mengganti BB nya dan nanya-nanya ke gw, tapi begitu tau baterainya parah dia langsung membatalkan membeli BB9900 ini.

Sayang sih… karena kalo bicara soal point utama dari memiliki telepon genggam adalah agar kita bisa berkomunikasi kapanpun dan dimanapun. Jadi, mau teknologinya secanggih apapun, fitur-fiturnya sangat menarik sekalipun, tapi kalau mati yah gak bisa dipakai juga kan? Apalagi dengan status BB yang sudah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari, gimana bisa jadi gaya hidup kalau baru empat jam trus hanya bobo cantik dalam saku/tas?

cheers,

– AK –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s