Jalani Hidup Layaknya Cuma Satu Kali

Sebagian dari kita meyakini perjalanan hidup hanya satu kali. Setalh itu, kita akan mempertanggungjawabkannya di akherat untuk menentukan dimanakah kita akan ditempatkan, Surga atau Neraka. Akan tetapi, sebagian dari kita meyakini bahwa perjalanan hidup di dunia ini dapat terjadi berkali-kali, hingga kita mencapai kesempurnan dan kembali ke nirwana, yang dikenal dengan reinkarnasi.

Perbedaannya dari kedua keyakinan ini sebenarnya hanya pada bagaimana seseorang menebus kesalahan yang sudah dia lakukan selama perjalanan hidupnya. yang satu meyakini bahwa pembersihan dosa akan terjadi di neraka sedangkan reinkarnasi meyakini bahwa kesalahan yang kitaperbuat di kehidupan masa lalu akan dihukum dalam kehidupan saat ini dan diberi kesempatan untuk memperbaikinya dengan mejalani kehidupan saat ini sambil “memikul” hukuman tersebut.

Kesamaannya, yang baik akan mendapatkan posisi yang indah setelah ia meninggalkan perjalanan hidupnya di dunia ini.

Dari perbedaan dan persamaannya diatas sebenarnya bisa kita simpulkan bahwa, baik yang meyakini hidup cuma satu kali dan yang meyakini reinkarnasi, sama-sama harus berusaha untuk menjalani hidup ini sebaik-baiknya. So, sudah semestinyalah kita menjalani hidup ini layaknya hanya satu kali agar kita bisa mendapatkan reinkarnasi yang lebih baik dan meninggalkan kehidupan ini menuju tempat yang indah.

Karena kita semestinya menjalani hidup ini layaknya cuma satu kali, lantas apakah kita boleh menikmatinya? Yah, kalo menurut gw ini bisa benar bisa juga salah. Tergantung pada bagaimana cara kita “menikmati” nya. Dengan cara yang salah, maka menikmati hidup ini menjadi salah dan dengan cara yang benar, maka menikmati hidup ini menjadi benar juga.

Karena kita semestinya menjalani hidup ini layaknya cuma satu kali, maka apakah ini menjadi alasan bagi kita untuk melakukan tindakan-tindakan yang bersifat hedon? Menurut gw, tindakan hedon juga bukan berarti itu salah. shopping spree, jalan-jalan keluar negeri, makan di restoran mewah, tidak ada yang salah dengan itu. Balik lagi semuanya tergantung pada bagaimana cara kita melakukannya. Dengan cara yang salah, maka tindakan hedon ini menjadi salah dan dengan cara yang benar, maka tindakan hedon ini menjadi benar juga.

Karena kita semestinya menjalani hidup layaknya cuma satu kali, dengan begitu kita juga harus menyadari bahwa kita perlu untuk mengisinya dengan berbagai tindakan yang positif dan tidak merugikan diri kita. menggali ilmu tanpa henti, mengasah bakat tanpa lelah, menebar kebaikan tanpa mengeluh, dan berbagi kebahagiaan tanpa pandang bulu.

Karena kita semestinya menjalani hidup layaknya cuma satu kali, sebaiknya kita jangan menggampangkan situasi dengan berpikiran bahwa kelalaian dimasa lalu PASTI bisa kita perbaiki dimasa sekarang dan akan datang. Karena kita tidak pernah tahu dampak dari kelalaian tersebut. Kita bisa saja menganggap ini hanya kelalaian kecil, tapi cukup banyak contoh orang yang pada akhirnya harus bersusah payah membangun hidupnya kembali karena berawal dari menggampangkan kesalahan dimasa lalu. Semua berawal dari hal kecil, karena merasa tidak besar dampaknya, kita mulai memcoba atau terpancing utuk melakukan kesalahan yang lebih besar lagi hingga tanpa kita sadari menjadi seperti efek bola salju. Kita baru akan tersadar pada saat bola salju itu sudah cukup besar dan berat hingga bisa berbalik menimpa diri kita. Maka ada baiknya setiap kesalahan sekecil apapun, mari kita ambil hikmahnya dan berusaha untuk tidak masuk dalam kesalahan yang sama. Ingat, hanya keledai yang jatuh ke lubang yang sama berkali-kali.

Karena kita tidak bisa memutar kembali waktu untuk merubah segala tindakan dimasa lalu kita, maka sudah semestinyalah kita jalanilah hidup ini layak hanya satu kali. Masa depan ada karena masa sekarang, masa sekarang ada karena masa lalu, semuanya teruntai erat seperti ranti. Apakah kita nantinya akan berakhir di surga atau neraka, semuanya berdasarkan hasil dari rangkaian kehidupan kita mulai dari kita bernyawa dalam kandungan ibu hingga kita meninggal. tidak bisa diputus hanya pada bagian tertentu saja. Seperti apa wujud raga dan tugas kita dikehidupan berikutnya saat bereinkarnasi juga ditentukan oleh untaian utuh dari kehidupn kita dimasa sebelumnya mulai dari kita bernyawa hingga nyawa kita keluar dari raga tersebut.

Karena kita semestinya menjalani hidup layaknya cuma satu kali, maka nikmatilah hidup ini dengan BIJAK!

cheers,

– AK –

note: a special thank for a special person yang udah memberikan inspirasi buat gw untuk bisa melengkapi dan memperbaiki tulisan ini menjadi lebih baik lagi dan dapat merangkum pandangan dari dua jalur keyakinan dalam tulisan ini.

4 thoughts on “Jalani Hidup Layaknya Cuma Satu Kali

  1. Nicely put. I think more ppl should realize this when they’re pointing at some ppl they acused being hedon or somethin’ like that😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s