Bangkok “Crush”

Begitu mendarat di Bangkok, sempat terkesan dengan bandaranya yang jauh lebih rapih dan canggih dari pada Soekarno-Hatta. Akan tetapi begitu keluar dari bandaranya, semuanya telihat seperti Jakarta dan gw sempat bingung, apa yang membuat teman-teman gw begitu mencintai Bangkok (BKK). Tapi tunggu dulu… ternyata gw terlalu cepat menyimpulkan.

Gw ke BKK dengan menggunakan Thai International Air berangkat jam 12.30 siang dan mendarat di BKK jam 4 sore setelah menempuh perjalanan selama 3,5 jam. Gw menginap di  hotel Imperial Queen’s Park Hotel, di jalan Sukhumvit soi 22, atas rekomendasi dari salah satu kolega gw di BKK. Ternyata, kalau perjalanan yang lebih bersifat bisnis memang kebanyakan perusahaan akan menginapkan karyawannya di wilayah Sukhumvit ini, tapi kalau untuk tujuan berlibur dan senang-senang, kebanyakan akan memilih di wilayah silom.

Setelah istirahat sejenak, gw langsung nyari simcard lokal yang menyediakan layanan blackberry hehehehe maklum gak bisa hidup tanpa BB. Ada beberapa provider yang menyediakan layanan bb dan gw memilih AIS yang ternyata adalah pilihat yang tepat karena sinyal dan layanan bb nya cukup bagus.

Tuktuk, taxi tradisional Bangkok... seru banget loh naik ini🙂

Setelah itu, gw langsung menujuk ke MBK (salah satu mall di BKK) untuk makan malam dengan menggunakan tuktuk, taxi tradisionalnya BKK. it was so fun!! But becareful, sepertinya semua supir tuktuk itu adalah bekas pembalab hahahaha… biaya naik tuktuk dari hotel ke MBK sekitar 150 baht (WAJIB nawar kalau mau naik tuktuk, karena mereka suka gila2an kasih harganya). setelah makan malam, dilanjutkan dengan wisata kehidupan malam di BKK hehehe… cukup seru, banyak skybar yang bagus dan banyak juga “hiburan” yang lainnya. Dan malam itulah my Bangkok crush start to begin *wink wink hahahahaha*

Keesokan hari nya, karena saat itu adalah hari minggu, maka ini adalah saat yang tepat untuk mengunjungi pasar tradisional Chatuchak. Disana mereka menjual berbagai macam barang mulai dari pakaian, tas, asesoris, pernak-pernik, sampai ke binatang. Kalau kamu adalah orang yang sangat senang belanja dengan gaya berputar-putar dan mencari dengan seksama, maka it’s a must buat kamu untuk kesini dan memuaskan hasrat belanja tersebut. tapi perlu diingat, chatucak itu panas jadi harus pake baju yang sangat nyaman buat kamu untuk berada di tempat yang panas.

Buat kamu yang kurang merasa nyaman dengan belanja dalam suasana panas, jangan khawatir karena kamu bisa melakukan memusakan hasrat belanja tersebut di Platinum. Platinum itu ibaratnya Mangga Dua BKK. Tapi ada yang berbeda disini, karena kamu bisa membelinya dengan sistem grosir. Jadi kalau kamu membelinya dalam jumalah yang banyak, maka harganya juga akan jauh lebih murah. Mungkin buat yang ingin membuka toko baju di Jakarta, bisa berbelanja di Platinum untuk mengisi koleksi tokonya.

BUT!!!! perlu diingat, bahwa banyak barang unik di Chatuchak yang tidak akan ditemukan di Platinum. Jadi… akan tetap disarankan untuk mengunjungi keduda tempa ini untuk mendapatkan kepuasan berbelanja yang lengkap🙂

My BKK crush semakin menjadi setelah gw melihat dengan sendirinya bagaimana antrian penumpang taxi bisa terbentuk dengan sendirinya tanpa harus adnya pembatas yang jelas. Kebayang kalau keramaian antrian taxi tanpa pembatas itu terjadi di Jakarta, pasti udah berantakan dan saling serobot. Nah, disinilah mulai terlihat bedanya Jakarta dan BKK. Hal lain yang membuat terkesan, para supir taxi tersebut tidak akan sembarangan memutarbalikkan kendaraannya walaupun tidak ada pembatas tengah jalan.

Setelah sedikit beristirahat di hotel, malamnya saya bersama teman saya mengunjungi Siam Paragon, salah satu Mall terbaik di BKK. Akan tetapi, karena sudah cukup malam jadi banyak yang sudah hampir tutup dan kami memutuskan untuk mencari di tempat lain. Pilihan jatuh kepada HardRock Cafe yang terletak tidak terlalu jauh dari Siam Paragon. Dan dalam perjalanan berpindah tempat tersebut, lagi-lagi gw memupuk my BKK crush. walau begitu banyak pedagang pakaian di sepanjang perjalanan tersebut, tapi somehow semuanya masih terlihat tertip dan BERSIH. Sama sekali tidak ada kesan kumuh dari situasi berdagang tersebut.

Phra Siratana Chedi, terbuat dari emas dan menjadi salah satu lokasi foto favorit turis yang ke Bangkok🙂

Hari ke-3 di BKK gw pergunakan untuk melakukan wisata tempat yang menjadi icon-nya BKK, Grand Palace. Grand Palace dibangun pada tahun 1782 setelah Raja Rama I naik tahta. Didalam kompleks Grand Palace ini terdapat kediaman keluarga kerajaan, aula kerajaan, beberapa kantor pemerintahan, dan juga kuil yang terkenal, Emerald Buddha. Sebelumnya, kediaman keluarga kerajaan dan pusat administrasi kerajaan berada di Thonburi, sisi barat sungai Chao Phraya. Banyak sekali bangunan disini yang dilapisi atau bahka terbuat dari emas dan ditengah teriknya mentari, semua bangunan ini menjadi sangat menyilaukan. Jadi jangan lupa untuk menggunakan banyak perlindungan seperti kaca mata hitam, topi, dan tentunya sunblock.

 

 

Themple of the Emerald Buddha
Ornamen yang mengelilingi sepanjang sisi Temple of the Emerald Buddha

Setelah berpanas-panasan di Grand Palace, gw berteduh di cafe au bon pain yang terletak persis diseberang pintu masuk Grand Palace. Cukup nyaman tempatnya dan menyediakan masakan eropa. setelah itu butuh menyegarkan diri lagi di hotel. Dan hari ini, my BKK crush semakin bertambah dan bisa dibilang, i almost fall in love.

Sorenya, karena ini adalah hari terakhir di BKK, gw kembali ke MBK untuk mencari pernak-pernik untuk ditaro dimeja kantor gw dan beberapa titipan teman (hehehehe so typical yah). Setelah itu, diajak teman menikmati the original BKK padthai (bener gak yah nulisnya) di daerah china town, soooooo yummyyy!!! Dilanjutkan dengan hunting duren. Ternyata, duren ternikmat dan termahal di BKK bukan lah duren monthong, tapi duren Kanyaow (yang artinya batang panjang). OMG, rasanya emang enak banget, gak lembek dagingnya dan rasanya lebih manis dan milky.

Dan perjalanan gw mengenal BKK berakhir sudah. keesokan harinya, gw kembali ke Jakarta dengan menggunakan Thai International Air yang kebetulan memang hanya ada 2x flight ke Jakarta yaitu jam 7 pagi dan jam 12 siang. Tapi karena gw harus masuk kantor hari itu juga, maka gw memilih untuk menggunakan yang penerbangan pagi.

Yup, itulah kunjungan pertama gw ke Bangkok… and since that i had a crush with Bangkok… jadi harus kembali lagi donk😉

– AK –

2 thoughts on “Bangkok “Crush”

  1. Bisa share situasi keamanan Bangkok yang sempat memanas kemaren? Apa sudah aman? Kira-kira masih ada peluang kekacauan keamanan seperti kemaren?
    Thanks

    1. Waktu gw ksana sudah sangat aman dan sepertinya kedepannya pun akan aman karena pemerintahan BKK sudah membuat berbagai ketentuan utk menjaga hal ini. Tapi kita gak pernah tau jg yah… Semoga akan selalu aman🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s