Tremendous Toba

Danau Toba, siapa diantara kita yang gak tau nama Danau ini? Sebuah Danau yang menjadi sejarah dunia karena memberikan dampak perubahan yang besar pada Bumi ini, saat penciptaannya. Dari beberapa literatur yang gw baca, menyatakan bahwa letusan gunung Toba adalah sebuah letusan supervulkanik dan debunya menutup hampir separuh dunia bahkan sampai terbawa hingga ke kutub utara. Kaldera yang terbentuk kemudian digenangi oleh air dan terjadilah Danau Toba. Wow!

Perjalanan menuju Danau Toba memang cukup panjang bila di tempuh dari kota Medan, bisa mencapai empat (4) jam perjalanan. Tapi jangan khawatir, sepanjang perjalanan itu ada beberapa hal yang bisa membuat kita terhindar dari kejenuhan mulai dari wisata kuliner hingga pemandangan yang cukup menarik. Setibanya di daerah Parapat, daerah dipinggir Danau Toba, kita pun langsung disuguhi oleh pemandangan yang sangat memukau.

Perjalanan menuju Danau Toba bisa ditempuh melalui dua (2) jalur, bisa lewat Brastagi atau lewat Siantar. Karena supir yang membawa gw mengatakankalau lewat Brastagi jalannya lebih rusak dibandingkan dengan lewat Siantar, maka gw pun memilih untuk melewati jalur Siantar. Dari dua (2) kali perjalanan ke Danau Toba, via Siantar, gw selalu berhenti di kota Siatar untuk menikmati segelas kopi Kok Tong dan roti ganda khas Siantar.

Dari Siantar menuju Parapat kira-kira memakan waktu sekitar satu (1) jam. Sepanjang perjalanan Siantar-Parapat, kita akan melihat hamparan perkebunan kelapa sawit dan karet serta akan melewati sebuah hutan yang disebut Harangan Ganjang oleh orang setampat yang artinya adalah Hutan Panjang. Bila sudah memasuki Harangan Ganjang, berarti sebentar lagi kita akan tiba di Parapat.

Pemandangan Danau Toba dari salah satu warung kopi di daerah Parapat

Memasuki Parapat, kita akan melihat hamparan Danau Toba dengan pemandangan perbukitan yang indah. Kita bisa langsung menuju pelabuhan untuk menyebrang ke Pulau Samosir atau bisa juga mengejar foto-foto pemandangan Danau Toba yang bisa kita ambil dari atas bukit sekeliling Danau Toba. salah satu titik yang cukup bagus untuk mendapatkan pemandangan yang indah adalah dari Hotel Niagara. menginap di hotel ini pun adalah pilihat yang tepat karena harganya pun tergolong cukup murah mulai dari 500 ribu-an hingga 2 juta-an.

Bila ingin menyeberang ke Pulau Samosir, ada dua pilihan moda penyeberangan yang bisa kita pilih. Bila ingin menyeberang dengan kendaraan, kita bisa menggunakan ferry yang berangkat setiap selang 1,5 jam-an dengan waktu tempuh sekitar 1,5jam. Atau bila tanpa mobil, kita bisa menggunakan kapal motor setiap jam nya dengan waktu tempuh yang lebih singkat, sekitar45 menit-an. Hati-hati, penyeberangan terakhir adalah jam 7 untuk ferry dan kapal motor, jangan sampai terlewatkan bila tidak ingin menginap di Pulau Samosir. Berhubung waktu itu ketinggalan ferry, jadi kita memilih naik kapal motor.

setibanya di Pulau Samosir, ada warung di tepi danau nya dan gw dan teman gw Adisty pun memutuskan untuk bersantai sebentar sambil menikmati kopi susu panas ditegah udara yang dingin. setelah itu lanjut sedikit mengintari Pulau Samosir. Untuk mengelilingi lokasi wisata di sekitar Pulau Samosir, kita bisa menyewa motor dengan harga sekitar 30 ribu-an atau mobil dengan harga sekitar 100 ribu-an. Tapi jangan berharap mobilnya adalah mobil kelas kijang yang bagus seperti inova yah, mobilnya adalah mobil carry tua seperti angkutan umum di Pulau Jawa.

Di dekat pelabuhan, lokasi wisata pertama yang bisa kita kunjungi adalah makan Raja Sidabutar yang terbuat dari batu pualam besar, utuh tanpa sambungan. Perjalanan berlanjut menyusuri hotel-hotel di daerah Tuk-tuk, sepanjang pesisir Danau Toba. Sebenarnya masih ada beberapa lokasi yang katanya menarik juga, tapi karena letaknya yang cukup jauh dan kondisi jalan yang kurang bagus, waktu tempuhnya tidak memungkinkan bila hanya sehari perjalanan di Pulau Samosir. Kita harus menginap di Pulau Samosir dan baru melakukan perjalan keesokan paginya.

Karena waktu yang sangat minim, jadi gw dan Adisty mengahbiskan waktu di daerah Tuk-tuk unuk befoto-foto dan makan sore. setelah itu kita kembali menyeberangi Danau Toba dengan kapal motor terakhir. Ternyata menyeberang Danau Toba malam hari cukup menyeramkan karena semuanya gelap gulita, saat berada di tengah Danau. Untungnya, selama di kapal motor, selalu ada musik dan lagu yang menemani… lagu dalam bahasa Batak hehehe…

Danau Toba dan Pulau Samosir sebenarnya adalah tujuan wisata yang sangat menarik baik dari sisi sejarahnya dan alamnya. Hanya saja, karena bagitu banyaknya hotel-hotel kecil dan ketidak disiplinan dari para penjual serta pengunjung yang datang, ditambah lagi ketidak pedulian pemerintah kita terhadap harta keindahan alam Indonesia, membuat kondisi disekitar pesisir Danau Toba menjadi penuh sampah dan jorok. Pelabuhan penyeberangannya pun tidak layak disebut sebagai pelabuhan karena hanya berupa pasar berlumpur yang menjadi tempat bersendernya kapal motor. Andaikan pemerintah, pengusaha hotel, dan masyarakat bisa bekerjasama untuk membangun sarana prasarana yang jauh lebih memadai dan bersih, maka tempat ini akan jauh lebih indah dan nyaman.

ps: foto-foto nya masih diedit, menyusul yah…

cheers,

– AK –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s