Merantau & Merah Putih

Over the long week end ini gw nonton dua film Indonesia yang buat gw sangat memberikan pencerahan dalam dunia perfilman di tanah air ini. Kedua film itu adalah Merantau dan Merah Putih. Dua buah film yang mengambil latar belakang cerita yang buat gw lebih mendidik dan memberikan banyak sekali insight bagi kita yang menontonnya.

merantau posterKalau dilihat dari sisi cerita dan alurnya bisa dikatakan kedua film ini tidak terlalu memberikan sesuatu yang “Wow!”. Akan tetapi kalau dilihat dari sisi kualitas efek, detailing, freshness, dan originalitasnya, gw sangat salut dengan kedua film ini.

Kualitas efek yang biasa diacungi jempol dari kedua film ini paling jelas dapat dilihat pada saat terjadinya “pertarungan”. kalau kita lihat dalam film-film laga jama dulu akan sangat terlihat sekali dibuat-buatnya, gerakan berkelahi yang patah-patah, dan aksi yang terkesan menunggu rekasi lawan sehingga tidak terjadi kesalahan koreo. Hal-hal tersebut tidak lagi terlihat dalam pertarungan di film Merantau yang sangat banyak menyuguhkan aksi adu jotos dan film Merah Putih yang memberikan bentuk pertarungan dalam sebuah perang.

Dalam film Merantau, aksi adu bela dirinya terlihat sangat natural, tidak diibuat-buat, dan hempasan-hempasan badan akibat pertarungan juga dilakukan dengan sangat bagus. Tidak terlihat akan adanya peranan “kawat pengantung” pada tubuh sang actor dan gerakan terhempasnya pun cukup nyata. Sedangkan untuk efek di film Merah Putih, kalau dulu kita mendengar letusan pistol seperti mendengar letusan mercon atau petasan cina, tidak dalam film ini. Kualitas baku tembak dalam film Merah Putih ini juga sudah jauh mengalami perubahan yang lebih baik dan lebih enak didengar yang membuat suasanya nya menjadi lebih medekati nyata. Begitu pula dengan efek ledakan baik karena efek bom, peluru besar, atau kendaraan yang meledak.

merah-putihKalau dari sisi detailing, kedua film ini juga patut diacungi jempol. Efek kucuran darah dan wujud dari darah yang mengucurnya pun tampak lebih nyata dari pada film-film horror yang (maaf, tapi emang bener) sangat kampungan dan benar-benar hanya aji mumpung semata. Selain itu, dalam film Merantau, ada detail bekas luka di wajah peran antagonis yang bisa dikatakan cukup memberikan kontinuitas yang baik dan lagi-lagi cukup nyata.

Sedangkan untuk freshness dan originalitas, gw bisa ambil contoh untuk ide mengangkat berbagai budaya dan kebiasaan dari masyarakat Indonesia yang dikemas dalam cerita dan alur yang sederhana ditengah marakanya film-film Indonesia yang lebih memilih untuk mengekori kesuksesan film sebelumnya. Film Merah Putih memang jelas diperuntukkan sebagai film menyambut hari kemedekaan kita, tapi justru hal itu lah yang membuat film ini menjadi terlihat fresh dan memiliki originalitas yang baik karena mengangkat semangat perjuangan dari sisi yang lebih nyata dengan kehidupan kita sehari-hari dan tidak sepenuhnya mengulang apa yang tertera di buku pelajaran sejarah (yang semakin kesini semakin banyak hal yang dipertanyakan kebenarannya).

Yuda, tokoh utama dalam film Merantau, seorang pemuda Padang yang ingin menjalankan tradisi di daerah Padang yaitu saat seorang remaja laki-laki beranjak dewasa, maka ia harus merantau untuk menimba ilmu dan kembali ke kampungnya sebagai seorang pria sejati
Yuda, tokoh utama dalam film Merantau, seorang pemuda Padang yang ingin menjalankan tradisi di daerah Padang yaitu saat seorang remaja laki-laki beranjak dewasa, maka ia harus merantau untuk menimba ilmu dan kembali ke kampungnya sebagai seorang pria sejati

Kedua film ini juga mengangkat keanekaragaman dan keunikan berbagai budaya dan kepercayaan Indonesia yang semakin memperlihatkan akan kekayaan Negara kita ini. Merantau sangat kental dengan budaya dan kebiasaan hidup masyarakat Padang dan Jakarta, sedangkan Merah Putih dengan keragaman budaya dari Sulawesi, Bali, dan jawa serta keragaman strata sosial, ekonomi, dan edukasi yang diselimuti oleh perbedaan agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia ini.

Secara keseluruhan kedua film ini sangat menunjukkan banyak sekali kemajuan yang patut diacungi jempol dalam industry perfilman kita. Kedua film ini bisa dibilang must watch movie ditengah semangat IndonesiaUnite yang belakangan ini sering sekali kita gaungkan.

 

– AK –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s