Sebuah Proses dalam Men-jomblo

Barusan ngobrol2 dengan seorang temen…

broken-hearthDia udah putus beberapa bulan lalu dengan pacarnya. Hari-hari awal setelah putus, gak tahan sama sesek di dada (hehehehe… bukan karena asmah yah..) trus nyoba2 deket ma orang lain tapi tetep gak berhasil. Entah deketnya karena pelarian or emang kebetulan baik, tapi pada akhirnya tetep sendiri.

Sekarang sih katanya malah gak berasa pengen pacaran dulu… Yah, emang siklus nya pasti begitu…

Begitu putus, kayaknya semua terasa berat, bahkan hanya untuk menghela napas (yang sudah sangat faseh kita lakukan) tetap terasa berat, tak pernah cukup udara yg di hirup untuk bisa memenuhi isi paru-paru… selalu kurang… Setelah bisa mulai tenang, mulai deh berasa nyaman dengan ke-jomblo-an kita (buat yg gak langsung nyari pengganti), bermain kesana kemari dengan teman2.

Tapi itu hanya dikala matahari bersinar… ketika bulan mulai muncul, suasananya mulai meredup juga di hati dan pikiran. Akhirnya, untuk tetap membuat suasanya cerah, kita mulai juga melakukan kesibukan2 dan kehebohan di malam hari… ada yg dengan dugem, ada yang menyibukkan diri dengan kerjaan kantor, ada yang sibuk jalan2 di mall, pokoknya sok sibuk lah hehehe… tapi sayang, semua ada batas akhirnya juga untuk setiap malamnya… dan kita harus kembali ke dalam bilik hati kita yang hampa dan sepi, sehampa dan sesepi ruang kamar kost (buat yg nge-kost nih… kl di rumah ya serumah-rumah berasa kosong dan sepi, entah lebih baik or lebih butuk kl seperti itu).

Yup! semua ini gak bisa kita hindari sih. Akan ada momen seprti itu… tapi itu wajar, karena di dalam hati kita pernah ada cinta yg indah… bahkan mungkin masih ada hingga saat ini. beda kalau cinta itu sudah hilang, pasti akan dengan mudah nya kita menjalani segalanya…

Kalau udah begini, ya pilihannya adalah mencari yang lain yang bisa menghidupkan lagi cerahnya malam kita, segarkan kelelahan perjalanan kita, dan meramaikan kesendirian kita. Orang yang bisa membuat kita tetap merasa ramai saat nyetir sendiri karena kita tau, akan ada dia di ujung jalan nanti🙂 … atau… membiarkan diri kita terus menyendiri dan menanti dirinya kembali.. wah kalau yang ini sama aja gambling yah… tapi kalau emang jodoh pasti akan kembali… hhmmmm… jodoh… another thing yg masih belum bisa gw trima sepenuhnya dgn akal sehat, tapi mencoba selalu memahaminya dengan hati heheheehe…

 

– AK –

One thought on “Sebuah Proses dalam Men-jomblo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s