Pada tanggal 21 Sept Joko Anwar, penulis naskah & sutradara, mem-posting- tulisan berikut di twitter-nya (@jokoanwar):

Dalam waktu hampir 1 jam, jumlah follower nya melonjak hingga mencapai lebih dari 3000 orang dan hingga saat ini mencapai lebih dari 20.000 orang.
![]()
Sebagai seseorang yang dikenal oleh publik dan mempunyai tanggung jawab untuk mempertahankan kredibilitasnya, Joko Anwar terpaksa harus menjalankan janjinya tersebut.
Dan pada akhirnya, pada pukul 00.15 tanggal 23 Sept 2009, Joko Anwar harus memenuhi janjinya dengan berjalan telanjang di Circle K bintaro. Sebagai bukti (yang juga menjadi tuntutan dari para follower-nya), Joko Anwar mem-posting fotonya sedang berada di dalam circle K dalam keadaan telanjang
Apa yang bisa dipelajari dari hal ini?
Yang jelas adalah hal ini membuktikan jika kita bisa memberikan informasi yang dibutuhkan oleh target audience kita melalui Social Networking Media (SNM), maka akan dengan sangat mudahnya kita bisa berhasil menarik perhatian publik dan mendapatkan sambutan (baik positif maupun negatif) dari para pengguna SNM ini.
Bagi para produsen barang-barang kebutuhan masyarakat yang memang ingin memperoleh publikasi dalam waktu yang relative cepat dengan biaya yang bisa dijamin murah, fenomena ini bisa menjadi sebuah “kesempatan” yang sangat bagus. Akan tetapi, diperlukan teknik dan strategi yang juga tepat dalam meraih “hati” para pengguna SNM ini karena bila salah maka akan membuat mereka menghindari atau bahkan memberikan statement yang malah merugikan bagi publikasi maupun image produk tersebut.
SNM ini adalah sebuah bentuk lain dari “arisan” yang dapat dilakukan tanpa harus bertatapmuka atau bahkan tanpa perlu pengenalan yang sangat intim layaknya arisan. Akan tetapi kekuatan dari word of mouth nya setara bahkan bisa dikatakan lebih besar karena SNM tidak perlu perkenalan yang intim untuk bisa mempengaruhi tetapi SNM lebih dilihat dari kredibilitas orang-orang yang berbicaranya dan/atau apa yang dibicarakan. Dan yang lebih hebat lagi, SNM tidak terhadang oleh kondisi perbedaan jarak, wilayah, budaya, ataupun strata ekonomi untuk dapat saling terhubung satu dengan yang lainnya!
Dengan melihat kekuatan dan kelemahan SNM, apabila sebuah perusahaan ingin mem-PR-kan produknya, maka dengan teknik dan strategi yang tepat, kesuksesan akan dengan sangat mudah di dapatkan. Begitu juga sebaliknya, salah langkah sedikit saja, maka jurang kehancuran ada di depan mata.
Bagaimana bila produsen salah langkah?
Contoh PR blunder dari penggunaan SNM adalah kasus yang menimpa RS Omni dan pasien nya, ibu Prita (ini dapat dibaca juga pada postingan”Belajar Dari Kasus Prita”). Sebuah surat pembaca berisi keluhan pasien yang akhirnya menyebar di SNM (mailing list) dan berbuntut panjang hingga ke meja hijau yang mendapat reaksi hebat dari para pengguna SNM di pertengahan tahun 2009 ini. Salah langkah, sebuah surat pembaca seperti pada umumnya menjadi sebuah proses penyidikan berkepanjangan terhadap RS Omni.
Hal lain yang bisa menjadi contoh bila sebuah perusahaan tidak bisa mempertanggungjawabkan kualitas produknya dan kekuatan dari sebuah SNM adalah kasus Kryptonite lock. Beredarnya video di youtube yang dapat membongkar sebuah kunci sepeda merek Kryptonite lock hanya dengan menggunakan pulpen biasa. Bermula dari sebuah publikasi negative melalui youtube, berlanjut hingga pemberitaan di New York Times, dan berakhir dengan merosotnya penjualan secara drastis.
Jadi, seperti apapun setiap perusahaan sudah harus memulai untuk memasang badan, mata, dan telingan di dunia SNM. karena dunia ini adalah bentuk baru dari word of mouth yang mempunya kekuatan yang cukup dasyat!
Comments On My Posts