Lagi nyoba posting dari aplikasi wordpress utk BB. Seru juga tapi sayang nya ini connectionnya pake APN provider jadi bukan pake BIS, dgn kata lain bayar lagi pulsa nya hehehehe…
Mudah2an aplikasi ini bisa secepatnya menggunakan layanan BIS jadi cukup 1x bayar utk penggunaa sgala hal berhubungan dengan BB
Buat yang mau pakai, caranya:
1. Download aplikasinya dari BB di link ini:
http://blackberry.svn.wordpress.org/nightly/ota/WordPress.jad
2. Ikuti smua instruksinya hingga terinstal dengan baik
3. Set connectionnya; terlebih dahulu masuk dulu ke option>advance>application>wordpress dan set semuanya menjadi “allow”. Setelah itu masuk ke aplikasi wordpressnya dan pada menu pilih setup. Mark smua koneksi dan masukkan APN nya (ini bisa di googling aja “APN nama provider”)
4. Setelah koneksi beres, add blog dengan memasukkan url, user name, dan password. Dan log in
Belakangan ini kita sring banget “mengamuk” karena melihat iklan TV buatan negara tetangga, yang tidak dipungkiri hasilnya cukup bagus. Sayang nya, iklan-iklan tersebut “mengambil” beberapa hal yang sebenarnya perlu di klarifikasi terlebih dahulu kebenarannya. Akan tetapi, hal ini menjadi pertanyaan kembali untuk Indonesia, kalau memang kita “bangga” dengan segala kebudayaan yang kita miliki lantas mengapa kita sendiri tidak pernah mempopulerkan hal itu ke seluruh dunia melalui iklan-iklan pariwisata Indonesia di TV?
Munkin sebagian dari kita juga sering melihat iklan TV visit Jakarta. sebuah iklan, yang menurut gue, sama sekali tidak menggambarkan hal yang penting dan menggugah hasrat untuk berkunjung. Seorang bule yang datang ke Jakarta dengan berbagai barang-barang yang tidak penting yang kemudian berceceran di bandara Jakarta dan akhirnya tertukan di bandara dengan tas milik bule lainnya. “hhhmmm… seburuk itukah kondisi bandara internasional di Jakarta?” itulah kesan pertama yang timbul dalam benak gue, sebuah ketidakberaturan, yang dijadikan “candaan” kepada para turis, bukan sebuah niat untuk berkunjung. Lebih dari itu semua, kualitas iklan itu juga cukup memalukan.
Hal-hal itu menggiring gue ke beberapa pertanyaan; serendah itu kah taste dari tim kreatif kita di pemerintahan? sementara di dalam kota Jakarta sendiri kita mempunyai begitu banyak anak bangsa yang sangat berkualitas dan mempunyai tingkat kreatifitas yang sangat tinggi - baru di Jakarta aja loh, belum di kota-kota lain. Atau karena alasan dana sehingga mereka membuat iklan “yang penting ada” ini? Sadarkan mereka bahwa iklan itu merupakan investasi yang penting? Kalau kita punya iklan yang menarik pasti akan bisa mendatangkan banyak orang ke tempat kita.
Mungkin Departemen Pariwisata kita perlu belajar dari tiga iklan yang saat ini beredar di TV nasional dan jaringan TV berlangganan. Ketiga iklan tersebut adalah iklan produk Citra – Pemberdayaan Perempuan Indonesia, Citra – Women Empowerment, dan iklan Garuda Indonesi yang baru.
ketiga iklan ini menangkap berbagai keindahan bumi Indonesia yang benar-benar bisa menceritakan keragaman budaya di Indonesia yang mengundang selera untuk dikunjungi secara langsung. Gue juga sangat yakin kalau sebagian besar dari kita, tidak hanya orang-orang di pemerintahan tapi kita sendiri sebagai rakyat dari negara Indonesia ini, ada yang belum pernah mendatangi atau melihat secara lansung apa yang ada di kedua iklan tersebut. Selain itu, apa yang ada di dalam iklan tersebut hanyalah sebagian kecil dari apa yang ada di Indonesia ini, mengutip dari pernyataan Edward Hutabarat yang terlibat dalam pembuata iklan Citra.
Gue kurang begitu mengetahui tentang iklan Garuda Indonesia, tapi untuk iklan Citra, adalah asli buatan Anak Bangsa. Maka patutlah kita berbangga akan hal itu. Iklan Citra ini diambil gambarnya, di olah, dan diproduksi semuanya secara lokal, asli Indonesia – pengisi suara untuk versi bahasa Ingris nya pun adalah perempuan Indonesia. Salah satu anak bangsa dengan kreativitas tinggi yang juga terlibat dalam iklan Citra ini adalah Jay Subiakto.
Hal menarik dari iklan TV Citra adalah pengambilan gambarnya tidak menggunakan kamera betknologi tinggi seperti layaknya pembuatan iklan lainnya tapi hanya dengan menggunakan kamera SLR. Pengarah cahayanya adalah Tuhan, mengutip perkataan Jay Subiakto, karena sama sekali tidak ada tambahan pencahayaan selain dari cahaya alam. “Jadi kalau hujan ya berhenti, kalau malam dan gelam ya istirahat.” kata Jay sih begitu yah. Dan iklan ini secara total mengambil waktu kurang lebih 2 bulan dari proses ngobrol-ngobrol iseng antara Bang Edo, Jay, Tim Citra, dan beberapa sutradara lainnya.
Buat yang bisa cerita tentang iklan Garuda Indonesia, akan dengan senang hati kalau bisa di share juga di comment box yah…
Comments On My Posts