<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Aurellio's Blog</title>
	<atom:link href="http://aurellio.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aurellio.wordpress.com</link>
	<description>My Eyes On You...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 Nov 2011 06:02:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='aurellio.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Aurellio's Blog</title>
		<link>http://aurellio.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://aurellio.wordpress.com/osd.xml" title="Aurellio&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://aurellio.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Blackberry vs. Gaya Hidup</title>
		<link>http://aurellio.wordpress.com/2011/10/30/blackberry-vs-gaya-hidup/</link>
		<comments>http://aurellio.wordpress.com/2011/10/30/blackberry-vs-gaya-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Oct 2011 04:25:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AK</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal Story]]></category>
		<category><![CDATA[Event Review]]></category>
		<category><![CDATA[Blackberry]]></category>
		<category><![CDATA[Bold]]></category>
		<category><![CDATA[9900]]></category>
		<category><![CDATA[Bold9900]]></category>
		<category><![CDATA[gaya hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aurellio.wordpress.com/?p=329</guid>
		<description><![CDATA[10 tahunan lalu yang namanya telepon genggam mulai menjadi “must have item” dalam kehidupan kita. Gak peduli mereknya apa, yang penting adalah itu telepon genggam. Seiring dengan perkembangan gaya hidup, para produsen telepon genggam ini pun mulai memodifikasi produk mereka sesuai dengan kebutuhan dari kelompok-kelompok masyarakat. Sampai akhirnya kita bisa melihat bahwa yang namanya telepon [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurellio.wordpress.com&amp;blog=3706607&amp;post=329&amp;subd=aurellio&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>10 tahunan lalu yang namanya telepon genggam mulai menjadi “must have item” dalam kehidupan kita. Gak peduli mereknya apa, yang penting adalah itu telepon genggam. Seiring dengan perkembangan gaya hidup, para produsen telepon genggam ini pun mulai memodifikasi produk mereka sesuai dengan kebutuhan dari kelompok-kelompok masyarakat.</p>
<p>Sampai akhirnya kita bisa melihat bahwa yang namanya telepon genggam bukan hanya sekedar alat komunikasi tapi juga menjadi sebuah gaya hidup dan identitas social dari seseorang. Hanya dari melihat merek dan tipe telepon genggamnya, kita bisa mengenali orang tersebut berasal dari strata ekonomi dan hoby dari orang tersebut.</p>
<p>Sekitar lima tahun yang lalu, trend baru dalam teknologi telepon genggam merambah dalam gaya hidup masyarakat kita. Trend ini kita terjemahkan dalam sebuah kalimat “pin lu berapa?”. Yup, trend itu adalah telepon genggam Blackberry (BB). Saat ini hampir semua orang pakai BB, bahkan sampe ke tukang jualan warung kopi depan kos gw pun ngomongin tentang plus minusnya berbagai tipe BB hehehe.<br />
As we know, BB ini juga punya berbagai macam tipe, diantaranya ada pearl, curve, dan Bold. Dan baru-baru ini juga diluncurkan lagi varian terbaru Bold yaitu Bold9900. Dalam kelompok tipe BB, Bold adalah merupakan strata yang tinggi.</p>
<p><a href="http://aurellio.files.wordpress.com/2011/10/20111030-112729.jpg"><img class="size-full alignleft" src="http://aurellio.files.wordpress.com/2011/10/20111030-112729.jpg?w=259&#038;h=259" alt="" width="259" height="259" /></a><br />
Saat peluncuran ini orang-orang langsung buru-buru pengen ganti BB nya. Dan dari beberapa yang gw tanya kenapa ganti, jawabannya simple, “keren modelnya”. Dari jawaban ini menggambarkan bahwa penggunaan BB bukan lagi mengenai teknologinya, tapi sudah benar-benar mengenai mengikuti trend terbaru dari sebuah brand yang terkenal.</p>
<p>Salah satu bos gw sampe berkelakuan agak kekanak-kanakan karena Bold9900 ini. Ditengah meeting teleconference, dia tiba-tiba mute alat telecom nya dan mengangkat Bold9900 nya dan mengayun-ayunkan ke muka saya dan bos saya yang lain, bener2 diarahkan ke muka kita hahaha. Sempet bingung kirain mau nunjukin email tapi gerakannya cepat banget sampe akhirnya dia ngomong “ini Bold yang baru loh”. Suasana hening seketika dan dilanjut dengan kita tertawa ngakak. Dan dia adalah salah satu yang menjawab “keren modelnya” hahahaha</p>
<p><a href="http://aurellio.files.wordpress.com/2011/10/20111030-112754.jpg"><img class="size-full alignleft" src="http://aurellio.files.wordpress.com/2011/10/20111030-112754.jpg?w=259&#038;h=259" alt="" width="259" height="259" /></a>Setuju sih, designya keren, simple dan elegan. Kalo gw bilang, designya ini cocok dengan para eksekutif muda yang serius bekerja . Dan kalo buat cowo yang jempulnya umumnya lebih gede, keypadnya juga jauh lebih nyaman jadi kemungkinan typo lebih kecil.</p>
<p>Di Bold9900 ini, BB berusaha menangkap sebuah trend yang sedang berkembang di masyarakat yaitu trend layar sentuh. Sebenarnya teknologi touch screen BB sudah di pakai juga dalam salah satu tipe BB yaitu torch. Bedanya, torch itu keypad nya di sliding sedangkan Bold9900 ini berada pada 1 permukaan yang sama dengan layarnya.</p>
<p>Cuma sayangnya, daya tahan baterai Bold9900 ini sangat singkat. Dalam sehari gw bisa ngecharge sampe tiga kali. Jadi sebenarnya agak kontradiktif dengan designya yang cocok untuk kaum eksekutif, untuk batrenya sangat tidak sesuai bagi eksekutif. Para eksekutif ini biasanya sangat aktif dan dinamis. Mereka bisa berada di berbagai tempat berbeda dalam sehari dan menghadapi meeting bisa sampai lebih dari lima. Memang sih chargeran Bold9900 ini sangat praktis dibandingkan dengan chargeran BB yang sebelum-sebelumnya, tapi tetap aja paling nyebelin kalo udah kayak gini, bisa kayak orang kebakaran jenggot nyari-nyari tempat ngecharge. Kebayang kalau lagi saking sibuknya diskusi trus lupa ngecharge, bisa jadi urusan komunikasi baik via BBM maupun email jadi terhambat dan belum lagi kalau mereka harus meeting di restoran/café yang tidak menyediakan colokan listrik didekat mereka.</p>
<p>Mengingat bahwa BB ini sudah menjadi gaya hidup, jadi kayaknya masalah baterai ini menjadi masalah yang cukup mengganggu. Bukan hanya bagi para eksekutif tapi juga bagi para BB user lainnya yang sering meng-abuse BBM mereka setiap saat untuk gossip dan bertukar info terbaru. Agak-agak gimana gitu kalo lagi dikeramaian liat orang-orang sibut pencat-pencet BB tapi kitanya hanya bisa menatap sedih karena BB kita lagi bobo masih dalam tas/saku. Teman gw sempat mau mengganti BB nya dan nanya-nanya ke gw, tapi begitu tau baterainya parah dia langsung membatalkan membeli BB9900 ini.</p>
<p>Sayang sih… karena kalo bicara soal point utama dari memiliki telepon genggam adalah agar kita bisa berkomunikasi kapanpun dan dimanapun. Jadi, mau teknologinya secanggih apapun, fitur-fiturnya sangat menarik sekalipun, tapi kalau mati yah gak bisa dipakai juga kan? Apalagi dengan status BB yang sudah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari, gimana bisa jadi gaya hidup kalau baru empat jam trus hanya bobo cantik dalam saku/tas?</p>
<p>cheers,</p>
<p>- AK -</p>
<br />Filed under: <a href='http://aurellio.wordpress.com/category/event-review/'>Event Review</a>, <a href='http://aurellio.wordpress.com/category/personal-story/'>Personal Story</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aurellio.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aurellio.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aurellio.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aurellio.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aurellio.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aurellio.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aurellio.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aurellio.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aurellio.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aurellio.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aurellio.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aurellio.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aurellio.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aurellio.wordpress.com/329/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurellio.wordpress.com&amp;blog=3706607&amp;post=329&amp;subd=aurellio&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aurellio.wordpress.com/2011/10/30/blackberry-vs-gaya-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c4c62b88bd6377498fa78f2d88964ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">AK</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aurellio.files.wordpress.com/2011/10/20111030-112729.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://aurellio.files.wordpress.com/2011/10/20111030-112754.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sebuah Langkah Kecil untuk Perubahan Besar</title>
		<link>http://aurellio.wordpress.com/2011/05/21/sebuah-langkah-kecil-untuk-perubahan-besar/</link>
		<comments>http://aurellio.wordpress.com/2011/05/21/sebuah-langkah-kecil-untuk-perubahan-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 May 2011 06:16:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AK</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal Story]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita inspirasional]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasional]]></category>
		<category><![CDATA[inspiring]]></category>
		<category><![CDATA[inspiring story]]></category>
		<category><![CDATA[kesuksesan]]></category>
		<category><![CDATA[kisah sukses]]></category>
		<category><![CDATA[langkah kecil]]></category>
		<category><![CDATA[langkah kecil perubahan besar]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan besar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aurellio.wordpress.com/?p=322</guid>
		<description><![CDATA[kisah ini adalah kisah nyata yang dialami oleh salah satu direktur di kantor gw Sekitar enam tahun yang lalu ada seorang penderita polio (sebut saja namanya Anto, bukan nama asli) yang membaca sebuah artikel profile dari direktur saya ini di surat kabar Bisnis Indonesia, dan merasa terpanggil untuk bisa bertemu dengan direktur tersebut. Modal informasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurellio.wordpress.com&amp;blog=3706607&amp;post=322&amp;subd=aurellio&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>kisah ini adalah kisah nyata yang dialami oleh salah satu direktur di kantor gw</em></p>
<p>Sekitar enam tahun yang lalu ada seorang penderita polio (sebut saja namanya Anto, bukan nama asli) yang membaca sebuah artikel profile dari direktur saya ini di surat kabar Bisnis Indonesia, dan merasa terpanggil untuk bisa bertemu dengan direktur tersebut. Modal informasi yang Anto miliki hanya nama dan tempat bekerja dari direktur ini. Anto juga tidak mengetahui bahwa orang yang ingin dia temui adalah seorang direktur dari salah satu perusahaan multinasional yang sangat besar di Indonesia.</p>
<p>Singkat cerita Anto berhasil mendatangi kantor tersebut dan menyatakan niatnya untuk bertemu dengan direktur ini. Namun sayangnya pada saat itu direktur ybs sedang dalam meeting sehingga tidak bisa dijumpai. pada saat itu pula lah Anto mengetahi bahwa orang yang di profile di surat kabar tersebut adalah seorang direktur dan membuat dirimua menjadi tidak percaya diri untuk bis bertemu langsung. </p>
<p>Akhirnya, Anto hanya menuliskan sepucuk surat kepada direktur tsb dan mengantarkan surat tersebut secara langsung ke kantor kami. Surat Anto tersebut diterima langsung oleh sekretaris direktur dan langsung diberikan begitu direktur tersebut berhasil ditemui oleh sekretarisnya. Direktur terebut lalu menghubungi Anto dan menyampaikan bahwa Ia bersedia untuk menemui Anto.</p>
<p>Pada pertemuan itu, Anto menyatakan salah satu harapannya untuk bisa bertemu dengan direktur ini adalah untuk meminta bantuan beliau berupa biaya untuk membuat kursi roda rancangan Anto sendiri. Si direktur lalu memenuhi permohonan bantuan tersebut dengan harapan kursi roda itu bisa membantu Anto dalam mobilisasinya yang selama ini hanya bisa dilakukan Anto dengan merangkak.</p>
<p>Selang beberapa lama kemudian Anto pun menceritakan bagaimana niatnya untuk menjalakan bisnis MLM nya selalu gagal dan ditipu oleh orang dan kembali meminta bantuan direktur tsb untuk bisa membantu modal usaha pulsanya. Si direktur pun membantu Anto dengan syarat Anto harus memberikan laporan berkala mengenai usahanya dan pengembalian modalnya akan dilakukan apabila si direktur tersebut memintanya.</p>
<p>Setelah setahun berbisnis, Anto pun menghubungi direktur tsb dgn niat untuk mengembalikan modal yang dipinjamnya karena usahanya sudah berbuah hasil yang lumayan. Namun si direktur berkata, &#8220;Kan sudah saya katakan, saya yang akan menentukan kapan saya akan  meminta modal itu dikembalikan&#8221;.</p>
<p>setelah beberapa tahun berselang, si direktur teringat kembali dengan Anto dan ingin mengetahui kabar dan bagaimana kondisi bisnis pulsa Anto tersebut. Karena sudah lama tidak berkomunikasi, jadi si direktur sempat mengalami kendala untuk menemukan nomor telepon Anto. </p>
<p>Pagi ini, sabtu, 21 Mei 2011, Anto berhasil dihubungi oleh si direktur. Sebuah kabar yang sangat menggembirakan diterima oleh si direktur, Anto sudah menjadi seoran pengusaha pulsa dengan omset mencapai puluhan juta rupiah!</p>
<p>Mungkin cerita ini tidak sebombastis kisah-kisah nyata yang diangkat dalam buku-buku atau film-film yang sering kita tonton, tapi buat gw, karena kisah ini dialami oleh orang yang gw kenal dan sehari-harinya bertemu di kantor, membuat cerita ini mejadi begtu nyata dan sangat inspirasional.</p>
<p><strong>Nilai yang bisa dipetik</strong><br />
1. Seperti judul tulisan ini, jangan pernah menyepelekan SEBUAH LANGKAH KECIL yang baik yang pernah, sedang, dan akan kita lakukan karena setiap tindakan yang kita lakukan adalah sebuah untaian kisah untuk menjadi sebuah CERITA PERUBAHAN BESAR dalam hidup ini. Langkah kecil Anto dengan mengirim si direktur surat berbuah KESUKSESAN DALAM BERBISNIS dengan omset puluhan juta. Langkah kecil si direktur dengan memberikan dana untuk kursi roda dan bisnis Anto berbuah sebuah KEBAHAGIAAN bagi Anto dan tentu saja BERKAH BERLIMPAH dari Yang Maha Kuasa</p>
<p>2. Jelas sekali dalam kisah ini, bila kita punya sebuah MIMPI POSITIF dan BERANI MEWUJUDKAN mimpi tersebut, maka TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN di dunia ini. KEBERANIAN Anto untuk MEWUJUDKAN MIMPInya menjadi seorang pengusaha dengan meminta bantuan si direktur berbuah manis KESUKSESAN. KEBERANIAN dan KEPERCAYAAN si direktur memberikan modal usaha pada Anto membawa selain mebawa PERUBAHAN BESAR dalam hidup Anto tapi juga bagi si direktur yaitu sebuah KEBAHGIAAN dan PEMBELAJARAN dari hasil berbagi dengan sesama yang membutuhkan.</p>
<p>3. kalau dilihat dari sisi dunia kerja, banyak dari kita dan sering saya temui orang yang MENDEWAKAN para petinggi perusahaan karena mereka mempunya KEKUASAAN sehingga kita ENGGAN dan TAKUT untuk BERTEMAN bahkan berpapasan dengan mereka. Padahal, mereka juga MANUSIA seperti hal nya kita semua dan sebuah sapaan &#8220;halo pak&#8221; dapat membawa kita pada sebuah level kedekatan yang justru akan membantu kita dalam mempersiapkan diri kita disaat kita HARUS sering berhubungan dengan mereka. contoh lah si Anto, dengan segala keterbatasannya tapi memiliki sebuah KEBERANIAN untuk menyapa dan bertemu si direktur, saat ini Anto menjadi seorang yang SUKSES dalam pekerjaannya.</p>
<p>Sebenarnya masih banyak lagi yang bisa kita petik dari kisah ini, kamu bisa menyarikannya sendiri dengan mengaitkan dengan kisah hidup kamu masing-masing.</p>
<p>Yuk, kita buat PERUBAHAN BESAR lainnya dalam hidup kita dengan memulainya dari HAL KECIL yang BISA KITA LAKUKAN. Ga usah muluk-muluk dulu, karena gw sangat yankin kalau kita bisa melakukan hal-hal kecil dengan baik maka tanpa kita sadari kita akan digiring kepada hal-hal besar.</p>
<p>cheers,<br />
- AK -</p>
<br />Filed under: <a href='http://aurellio.wordpress.com/category/personal-story/'>Personal Story</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aurellio.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aurellio.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aurellio.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aurellio.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aurellio.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aurellio.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aurellio.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aurellio.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aurellio.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aurellio.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aurellio.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aurellio.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aurellio.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aurellio.wordpress.com/322/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurellio.wordpress.com&amp;blog=3706607&amp;post=322&amp;subd=aurellio&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aurellio.wordpress.com/2011/05/21/sebuah-langkah-kecil-untuk-perubahan-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c4c62b88bd6377498fa78f2d88964ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">AK</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tiap Kau Bilang &#8220;Goodbye&#8221;</title>
		<link>http://aurellio.wordpress.com/2011/04/24/tiap-kau-bilang-goodbye/</link>
		<comments>http://aurellio.wordpress.com/2011/04/24/tiap-kau-bilang-goodbye/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Apr 2011 16:23:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AK</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aurellio.wordpress.com/?p=311</guid>
		<description><![CDATA[Semula ku kira hati ini kan tegar Menahan setiap pilu yang akan hadir Menahan setiap kesendirian yang menyapa Menahan jarak yang menganga Namun rindu ini begitu pilu ketika mata mengatup tanpamu Namun rindu ini begitu menyiksa ketika mata terbuka menatap hampa Selalu ku nanti saat perjumpaan mengukir impian saat kau disisiku Namun hati pun menyimpan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurellio.wordpress.com&amp;blog=3706607&amp;post=311&amp;subd=aurellio&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semula ku kira hati ini kan tegar<br />
Menahan setiap pilu yang akan hadir<br />
Menahan setiap kesendirian yang menyapa<br />
Menahan jarak yang menganga</p>
<p>Namun rindu ini begitu pilu<br />
ketika mata mengatup tanpamu<br />
Namun rindu ini begitu menyiksa<br />
ketika mata terbuka menatap hampa</p>
<p>Selalu ku nanti saat perjumpaan<br />
mengukir impian saat kau disisiku<br />
Namun hati pun menyimpan harapan<br />
Agar tak ada perjumpaan itu</p>
<p>Ternyata rindu itu begitu pilu<br />
setiap kau tinggalkan sepi dihatiku<br />
Ternyata rindu itu begitu menyiksa<br />
setiap tak kudengar kau mengucap kata</p>
<p>Ternyata hati ku tak tegar&#8230;<br />
air mata selalu menemani hati nan pilu<br />
air mata selalu menemani raga nan lunglai<br />
tiap kau bilang &#8220;goodbye&#8221;</p>
<p>Namun selalu kan ku nanti<br />
Saat kau hadir disisiku<br />
meski sangat ku mengerti<br />
itu hanya untuk sepenggal waktu</p>
<p>ps: buat semua yang mengalami hubungan jarak jauh&#8230; preeeettttt <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>cheers,</p>
<p>- AK -</p>
<br />Filed under: <a href='http://aurellio.wordpress.com/category/personal-story/'>Personal Story</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aurellio.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aurellio.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aurellio.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aurellio.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aurellio.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aurellio.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aurellio.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aurellio.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aurellio.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aurellio.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aurellio.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aurellio.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aurellio.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aurellio.wordpress.com/311/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurellio.wordpress.com&amp;blog=3706607&amp;post=311&amp;subd=aurellio&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aurellio.wordpress.com/2011/04/24/tiap-kau-bilang-goodbye/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c4c62b88bd6377498fa78f2d88964ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">AK</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Social climber atau &#8216;social climber&#8217;</title>
		<link>http://aurellio.wordpress.com/2011/03/18/social-climber/</link>
		<comments>http://aurellio.wordpress.com/2011/03/18/social-climber/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Mar 2011 18:26:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AK</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aurellio.wordpress.com/?p=306</guid>
		<description><![CDATA[*Tulisan ini dibuat berdasarkan hasil observasi semata, tidak menggunakan referensi buku dan teori apapun. jadi aklo ada yg bertentangan dengan semua teori yang ada, harap dimaklumi dan dikomentari yah* Setiap orang adalah seorang social climber! setiap orang tentunya ingin dan selalu berusaha untuk bisa paling tidak mempertahankan keberadaannya di sebuah komunitas sosial tertentu atau bahkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurellio.wordpress.com&amp;blog=3706607&amp;post=306&amp;subd=aurellio&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>*<em>Tulisan ini dibuat berdasarkan hasil observasi semata, tidak menggunakan referensi buku dan teori apapun. jadi aklo ada yg bertentangan dengan semua teori yang ada, harap dimaklumi dan dikomentari yah</em>*</p>
<p>Setiap orang adalah seorang <em>social climber</em>! setiap orang tentunya ingin dan selalu berusaha untuk bisa paling tidak mempertahankan keberadaannya di sebuah komunitas sosial tertentu atau bahkan meningkatkan dan meluaskan diri ke komunitas yang lebih baik lagi. Hanya saja, ada yang melakukan ini dengan cara yang bisa diterima oleh norma dan etika masyarakat dan ada yang tidak, yang kemudian kita juluki dengan kata social climber (dalam artian negtif).</p>
<p>Apa perbedaan dari seorang social climber dalam arti positif dan negatif ini? perbedaan yang cukup jelas yaitu pada titik berat seseorang tersebut melihat apa yang menjadi prestasi dan penghargaannya untuk bisa menghantarnya berada di suatu kelompok sosial tertentu.</p>
<p>Seorang social climber (positif) akan melihat bahwa prestasinya adalah hal-hal yang berupa pencapaian tertentu dalam proses kehidupnya seperti karir, pengetahuan dan kedewasaan. Hal-hal tersebutlah yang kemudian membawanya untuk bisa diterima dalam sebuah kelompok sosial elit tertentu. contoh mengenai karir, karena perjalanan karirnya sehingga ia bisa menjadi seorang pimpinan dalam perusahaannya secara alami membuat ia menjadi masuk dalam lingkungan pergaulan para pimpinan perusahaan atau bahkan pemilik usaha.  Bukan berarti ia akan meninggalkan lingkungan pergaulan sebelumnya pada saat ia belum di posisi tersebut, atau bahkan lingkungannya pun ikut bergerak ke arah yang sama, mereka bersama-sama menjadi pimpinan perusahaan atau pemilih perusahaan.</p>
<p>Bagi para social climber ini, apa yang mereka miliki berupa barang-barang mewah dan berbagai kemudahan-kemudahan dan perlakuan khusus adalah sebagai reward atas pencapaian tersebut. mereka berhak atas itu karena mereka pantas mendapatkan hal tersebut. Mencapai prestasi dalam karir, kedewasaan dan pengetahuan adalah kewajian dan harta, kemudahan akses dan perlakuan khusus adalah hak (mereka bahkan tidak memikirkan mengenai kelompok sosial mana mereka harus berada)</p>
<p>Berbeda dengan para social climber ini, seorang &#8216;social climber&#8217; (negatif) melihat bahwa prestasinya adalah hal-hal yang dia miliki sepanjang kehidupannya. Barang mewah, kemudahan akses dan perlakuan khusus adalah prestasi pencapaian mereka dan bahkan sering kali (bahkan hampir selalu) mereka tidak memperdulikan mengenai pencapaian dalam karir, kedewasaan, dan pengetahuan. Mengapa demikian? karena mereka melihat bahwa kelompok sosial elit yang mereka sasar juga memiliki hal-hal tersebut.</p>
<p>Bagi para &#8216;social climber&#8217; ini, barang-barang mewah, kemudahan akses dan perlakuan khusus adalah pencapaian mereka dan reward nya adalah mereka diterima oleh lingkungan sosial elit yang mereka sasar. mereka wajib mendapatkan hal-hal itu karena itulah yang dimiliki oleh kelompok sosial elit tersebut. Pada akhirnya, karena mereka tidak memiliki kematangan dalam karir, kedewasaan dan pengetahuan, mereka terjerumus dalam berbagai tindakan yang bertentangan dengan moral dan etika masyarakat seperti berhutang dimana-mana, menjadi kekasih orang-orang kaya yang juga tidak memiliki kematangan dalam karir, kedewasaan dan pengetahuan (dengan kata lain, simpanan). Memperoleh harta, kemudahan akses dan perlakuan khusus adalah kewajiban, diterima dalam lingkungan sosial elit adalah hak.</p>
<p>Seorang social climber mendapatkan pencapaiannya tidak dengan cara instant. Pasti ada proses pembelajaran yang ditempuhnya yang menhantarnya ke kondisi kesuksesannya dan karena itu ia akan sangat berhati-hati dalam menjaga prestasi yang sudah diperolehnya karena apa yang diperolehnya dapat dengan sangat mudah hancur hanya karena sebuah kelalaian kecil. Sementara bagi seorang &#8216;social climber&#8217;, karena fokus kesuksesannya adalah materi, maka yang ada dalam pikirannya adalah materi bisa dicari dan dikumpulkan, kelalaian kecil dalam menjaga materi yang dimilikinya tidak akan berdampak parah karena hal tersebut sangat riil dan bisa dikumpulkan lagi.</p>
<p>Kelalaian dalam hal karir, kedewasaan dan pengetahuan hukumannya adalah hilangnya kepercayaan sedangkan kelalaian dalam hal harta hukumannya adalah kemiskinan.</p>
<p>Dengan berbagai cara, halal atau tidak, harta dapat dikumpulkan dan kembali pada kondisi semula atau lebih dengan waktu yang bisa diperhitungkan. Sementara untuk bisa mendapatkan sebuah kepercayaan, hanya ada satu cara yaitu tak henti-hentinya menjadi seseorag yang selalu berprestasi dengan cara yang benar dan kita tidak bisa memprediksikan, dengan cara perhitungan apapun, kapan kepercayaan itu kita peroleh hingga orang lain datang dan memberikannya.</p>
<p>Lantas bagaimana kita membedakan seseorang yang sudah berada dalam sebuah kelompok masyarakat elit, apakah dia social climber atau &#8216;social cliber&#8217;? cara yang paling gampang adalah dengan mendengarkan topik pembicaraannya. Sama hal nya sperti penjabaran diatas, seorang social climber tak akan henti-hentinya berbagi pengalam nya tentang bagaimana ia bisa berada di level karir nya, bagaimana kedewasaannya bisa menjadi begitu kharismatik, dan/atau pengetahuannya bisa begitu dalam dan luas. Sementara seorang &#8216;social climber&#8217; tak henti-hentinya membicarakan bagaimana ia bisa memiliki sebuah atau sekoleksi tas LV, betapa nikmatnya mendapatkan perlakuan khusus di hotel berbintang lima, dan/atau betapa mudahnya ia bisa mendapatkan akses ke sebuah pertunjukan berkelas. Seorang social climber akan berbagi mengenai tips n trik menjadi sukses, seorang &#8216;social climber&#8217; akan berbagi mengenai apa yang dia miliki.</p>
<p>Kalau gw pribadi sering menggunakan kalimat ini:</p>
<p>&#8220;seorang social climber akan mengenakan tas LV saat berbicara mengenai proses kehidupannya menjadi sukses, sedangkan seorang &#8216;social climber&#8217; akan mengenakan tas LV saat ia berbicara mengenai tas LV tersebut!&#8221;</p>
<p>So, let&#8217;s be a social climber not a &#8216;social climber&#8217;, karena seorang social climber akan dikerubuni oleh rasa kagum terhadap diri kita sendiri sementara seorang &#8216;social climber&#8217; akan dikerubuni oleh pujian terhadap apa yang kita miliki, bukan diri kita.</p>
<p>cheers,</p>
<p>- AK-</p>
<br />Filed under: <a href='http://aurellio.wordpress.com/category/personal-story/'>Personal Story</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aurellio.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aurellio.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aurellio.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aurellio.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aurellio.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aurellio.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aurellio.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aurellio.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aurellio.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aurellio.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aurellio.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aurellio.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aurellio.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aurellio.wordpress.com/306/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurellio.wordpress.com&amp;blog=3706607&amp;post=306&amp;subd=aurellio&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aurellio.wordpress.com/2011/03/18/social-climber/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c4c62b88bd6377498fa78f2d88964ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">AK</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apakah &#8220;Keberuntungan&#8221; itu Ada?</title>
		<link>http://aurellio.wordpress.com/2011/02/18/apakah-keberuntungan-itu-ada/</link>
		<comments>http://aurellio.wordpress.com/2011/02/18/apakah-keberuntungan-itu-ada/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Feb 2011 18:39:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AK</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal Story]]></category>
		<category><![CDATA[arti keberuntungan]]></category>
		<category><![CDATA[keberuntungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aurellio.wordpress.com/?p=303</guid>
		<description><![CDATA[(semua yang ada dalam tulisan ini adalah berdasarkan opini pribadi dari hasil observasi, tidak bermaksud untuk menetang salah satu agama ataupun kepercayaan) Pernahkan kita berkata, &#8220;gw beruntung banget karena&#8230;&#8221; dan pernahkan kita mengulas kembali &#8220;keberuntungan&#8221; tersebut? Apakah benar-benar 100% sebuah kejadian yang sama sekali diluar dari apa yang kita sudah persiapkan? sekarang mari kita coba sama-sama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurellio.wordpress.com&amp;blog=3706607&amp;post=303&amp;subd=aurellio&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(semua yang ada dalam tulisan ini adalah berdasarkan opini pribadi dari hasil observasi, tidak bermaksud untuk menetang salah satu agama ataupun kepercayaan)</p>
<p>Pernahkan kita berkata, &#8220;gw beruntung banget karena&#8230;&#8221; dan pernahkan kita mengulas kembali &#8220;keberuntungan&#8221; tersebut? Apakah benar-benar 100% sebuah kejadian yang sama sekali diluar dari apa yang kita sudah persiapkan? sekarang mari kita coba sama-sama evaluasi kembali, apakah benar kejadian-kejadian baik yang &#8216;tak terduga&#8217; adalah keberuntungan, atau merupakan sebuah hasil pencapaian dari sebuah proses yang sudah kita persiapkan sebelumnya.</p>
<p>sebagai contoh, kita umpamakan si A yang sedang mendapatkan keberuntungan karena dia berhasil bekerja dalam bidang yang ternyata sangat sesuai dengan dirinya tanpa dia &#8220;rencanakan&#8221; sama sekali. Dalam hal ini, si A akan mengatakan bahwa ia sangat beruntung karena mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan dirinya sehingga ia bisa menikmati pekerjaan tersebut. sekarang mari kita tarik perlahan-lahan kebelakang.</p>
<p>Untuk bisa pada akhirnya menyadari bahwa pekerjaan yang dia tempuh sekarang adalah pekerjaan yang sesuai, pastinya si A pernah berada di posisi dimana ia harus memutuskan apakah ia akan menerima pekerjaan tersebut atau tidak. apabila pada saat itu ia memilih untuk tidak menerimanya, lantas apakah ia akan merasakan &#8220;keberuntungan&#8221; seperti yang sekarang ia rasakan? jawabannya belum tentu. bisa saja si A akan menjadi lebih stress dengan menerima pekerjaan lain atau mungkin ia akan mendapatkan pekerjaan yang belum sesuai yang kemudian akan menuntunnya ke sebuah titik pilihan baru untuk berhenti atau tetap bertahan.</p>
<p>di point ini, kita bisa melihat bahwa, ada sebuah &#8220;keputusan yang tepat&#8221; yang diambil si A yang menjadi hal penentu akan rasa &#8220;keberuntungan&#8221; si A.</p>
<p>Tarik lagi kebelakang, sebelum dihadapkan pada pilihan diatas, si A pasti akan melalui proses mencari pekerjaan. ah, kan bisa aja pekerjaan itu ditawarkan ke si A bukan pada saat ia sedang mencari, tapi memang ada yang datang dan dengan &#8220;serta merta&#8221; menawarkan pekerjaan tersebut. opsi pertama, si A mencari, berarti disini sangat jelas bahwa pekerjaan yang ia peroleh tersebut diperolehnya melalui sebuah proses pencarian dan dengan begitu jelas bahwa ini bukan &#8220;keberuntungan&#8221;. Karena sebuah hal yang diperoleh dengan cara kita mencarinya berarti kita memang &#8220;niat&#8221; untuk bisa mendapatkannya. Hal ini akan menurunkan nilai &#8220;keberuntungan&#8221; si A.</p>
<p>Lantas bagaimana dengan opsi kedua, pekerjaan tersebut ditawarkan pada dirinya? Tentu ada alasan mengapa si A bisa ditawarkan pekerjaan tersebut. Tidak ada orang yang akan berani memberikan penawaran begitu saja terhadap seorang calon pekerja tanpa terlebih dahulu mendapatkan reverensi. dalam hal ini, reverensi baik diperoleh melalui sebuah proses pembentukan diri dari si A untuk bisa mencapai titik tertentu sehingga orang-orang akan memberikan reverensi baik tersebut. Dengan demikian, nilai &#8220;keberuntungan&#8221; si A juga berkurang karena ternyata dia tidak serta merta ditawarkan tapi dia sudah mempersiapkan dirinya untuk bisa menjadi orang yang pantas untuk ditawarkan pekerjaan tersebut.</p>
<p>Dari dua situasi diatas, kita bisa melihat bahwa pada point ini si A mendapatkan adanya &#8220;peluang&#8221; berupa pekerjaan yang diperolehnya baik melalui mencari ataupun ditawarkan.</p>
<p>Kita tarik lagi kebelakang. Peluang melalui opsi pertama diatas dan keputusan yang tepat, tentunya tidak akan dialami jika si A tidak mempersiapkan dirinya dengan berbagai hal untuk membekali dirinya agar perusahaan tersebut bersedia menerimanya. Tidak ada orang yang akan bersedia menerima seorang karyawan tanpa merasa yakin bahwa apa yang telah dilakukan oleh calon karyawannya di masa lalunya menunjukkan bukti bahwa ia bisa mengemban tugas yang akan diberikan. Si A pasti pernah melakukan hal-hal yang bisa membuktikan perusahaan tempat ia bekerja bahwa ia cukup pantas diterima. Jika si A adalah fresh graduate, maka keterlibatannya di kegiatan kampus dan kuliah yg dijalaninya merupakan bentuk membekali diri yang dilakukan si A. Jadi, tidak dengan serta merta si A bisa mendapatkan peluang dari hasil pencarian pekerjaannya, tapi si A perlu &#8220;membekali diri dengan sangat baik&#8221; terlebih dahulu agar peluang tersebut jatuhnya pada dirinya dan bukan pada kandidat lain.</p>
<p>Lantas bagaimana dengan peluang melalui opsi 2? jelas sekali seperti disebutkan diatas, reverensi positif tidak akan datang jika kita tidak bisa memberikan bukti kepada orang lain bahwa kita mampu melakukan pekerjaan yang akan ditawarkan ke kita. sama saja dengan opsi pertama hanya mungkin bentuk nya berbeda yaitu bisa jadi kita pernah bekerja dibidang yang sama dan membuktikan bahwa kita sangat berkualitas di bidang tersebut. Dengan demikian, orang akan memberikan reverensi atau orang akan melirik diri kita dan menawarkan untuk pindah bekerja dengan dirinya karena prestasi yang sudah kita buat. Prestasi yang kita buat inilah yang merupakan &#8220;pembekalan diri dengan sangat baik&#8221; yang kita lakukan.</p>
<p>Selain ketiga hal diatas - pengambilan keputusan yang tepat, peluang, dan pembekalan diri dengan baik &#8211; masih ada satu hal lagi yang akan melengkapi apa yang kita sebut sebagai &#8220;keberuntungan&#8221;, yaitu dukungan dari lingkungan sekitar kita. Tanpa adanya dukungan dari lingkungan sekitar kita maka perasaan beruntung tersebut tidak akan pernah kita rasakan.</p>
<p>bentuk dukungan lingkungan untuk opsi pertama salah satu yang terpenting diantaranya adalah kandidat yang lainnya memiliki kualifikasi yang lebih rendah dari yang kita miliki. Selain itu banyak hal teknis yang memungkinkan menjadi dukungan lingkungan seperti dorongan dan informasi dari teman-teman kuliah si A untuk ia mengirim lamaran pekerjaannya, pengumuman lowongan pekerjaan di mading atau koran, dlsb. Sedangkan untuk opsi kedua, jelas bahwa reverensi positif yang diberikan teman atau atasan kita kepada tempat kerja baru si A adalah salah satu dukungan utama dari lingkungannya. Tanpa adanya kandidat yang lebih rendah kualifikasinya dari si A atau reverensi positif dari atasan atau teman si A, maka peluang tidak akan datang ke si A dan si A tidak akan melakukan pengambilan keputusan yang tepat dan pembakalan diri yang dilakukan si A akan menjadi lebih panjang lagi untuk akhirnya ia bisa mendapatkan siklus ini kembali suatu saat nanti.</p>
<p>Kita juga sangat sering keliru dengan mengartikan peluang yang datang dengan sebuah keberuntungan. Karena kalau dilihat hanya peluang lah yang tidak bisa kita ciptakan/lakukan. Itu pun tidak benar! sebuah kejadian bisa menjadi sebuah peluang bagi kita hanya apabila kita disudah membekali diri kita dengan sangat baik dan mendapatkan dukungan dari lingkungan. Karena kalau kita mendapatkan penawaran yang sangat tidak sesuai dengan pembekalan diri yang kita lakukan dan lingkungan pun tidak memberikan dukungannya. Sesuatu dikatakan sebagai peluang apabila dua pihak, dari dalam diri kita dan lingkungan diluar diri kita sepakat bahwa ada &#8220;kemungkinan&#8221; diri kita untuk bisa berhasil jika kita menjalani nya.</p>
<p>Lantas apakah dengan begitu dukungan lingkungan adalah penentu segalanya? kalau menurut saya tidak. Karena kalau dilihat dari proses diatas, dukungan lingkungan merupakan sebuah akibat yang diperoleh dari sebab yang kita lakukan yaitu pembekalan diri dengan sangat baik. dengan begitu, keempat hal ini merupakan serangkaian hal yang tidak bisa diputus begitu saja. Namun, titik penentuan apa yang kita sebut dengan keberuntungan ini adalah pada point dimana kita melakukan pengambilan keputusan yang tepat. Titik ini lah yang menutup rangkaian proses yang membawa kita pada apa yang kita pikir sebagai sebuah &#8220;keberuntungan&#8221;.</p>
<p>Berarti tidak ada donk yang namanya &#8220;keberuntungan&#8221;? Semuanya adalah &#8220;sebab-akibat&#8221;? Yang membedakan antara kita bisa menyadari hal ini sebab-akibat dan hal lain sebagai keberuntungan adalah kesadaran diri dalam menjalankannya. Suatu kejadian menjadi &#8220;keberuntungan&#8221; pada saat kita secara tidak sadar telah melakukan pembekalan diri dengan sangat baik yang membuat lingkungan kita, tanpa kita sadari juga, mendukung diri kita sehingga mendatangkan peluang dan kita memberikan sebuah keputusan yang tepat dalam menanggapi peluang tersebut.</p>
<p>Jadi, apakah benar ada kejadian dalam hidup kita yang merupakan sebuah &#8220;keberuntungan&#8221;?</p>
<p>cheers,</p>
<p>- AK -</p>
<br />Filed under: <a href='http://aurellio.wordpress.com/category/personal-story/'>Personal Story</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aurellio.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aurellio.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aurellio.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aurellio.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aurellio.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aurellio.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aurellio.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aurellio.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aurellio.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aurellio.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aurellio.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aurellio.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aurellio.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aurellio.wordpress.com/303/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurellio.wordpress.com&amp;blog=3706607&amp;post=303&amp;subd=aurellio&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aurellio.wordpress.com/2011/02/18/apakah-keberuntungan-itu-ada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c4c62b88bd6377498fa78f2d88964ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">AK</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jalani Hidup Layaknya Cuma Satu Kali</title>
		<link>http://aurellio.wordpress.com/2010/10/18/jalani-hidup-layaknya-cuma-satu-kali/</link>
		<comments>http://aurellio.wordpress.com/2010/10/18/jalani-hidup-layaknya-cuma-satu-kali/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Oct 2010 15:40:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AK</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aurellio.wordpress.com/?p=296</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian dari kita meyakini perjalanan hidup hanya satu kali. Setalh itu, kita akan mempertanggungjawabkannya di akherat untuk menentukan dimanakah kita akan ditempatkan, Surga atau Neraka. Akan tetapi, sebagian dari kita meyakini bahwa perjalanan hidup di dunia ini dapat terjadi berkali-kali, hingga kita mencapai kesempurnan dan kembali ke nirwana, yang dikenal dengan reinkarnasi. Perbedaannya dari kedua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurellio.wordpress.com&amp;blog=3706607&amp;post=296&amp;subd=aurellio&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagian dari kita meyakini perjalanan hidup hanya satu kali. Setalh itu, kita akan mempertanggungjawabkannya di akherat untuk menentukan dimanakah kita akan ditempatkan, Surga atau Neraka. Akan tetapi, sebagian dari kita meyakini bahwa perjalanan hidup di dunia ini dapat terjadi berkali-kali, hingga kita mencapai kesempurnan dan kembali ke nirwana, yang dikenal dengan reinkarnasi.</p>
<p>Perbedaannya dari kedua keyakinan ini sebenarnya hanya pada bagaimana seseorang menebus kesalahan yang sudah dia lakukan selama perjalanan hidupnya. yang satu meyakini bahwa pembersihan dosa akan terjadi di neraka sedangkan reinkarnasi meyakini bahwa kesalahan yang kitaperbuat di kehidupan masa lalu akan dihukum dalam kehidupan saat ini dan diberi kesempatan untuk memperbaikinya dengan mejalani kehidupan saat ini sambil &#8221;memikul&#8221; hukuman tersebut.</p>
<p>Kesamaannya, yang baik akan mendapatkan posisi yang indah setelah ia meninggalkan perjalanan hidupnya di dunia ini.</p>
<p>Dari perbedaan dan persamaannya diatas sebenarnya bisa kita simpulkan bahwa, baik yang meyakini hidup cuma satu kali dan yang meyakini reinkarnasi, sama-sama harus berusaha untuk menjalani hidup ini sebaik-baiknya. So, sudah semestinyalah kita menjalani hidup ini layaknya hanya satu kali agar kita bisa mendapatkan reinkarnasi yang lebih baik dan meninggalkan kehidupan ini menuju tempat yang indah.</p>
<p>Karena kita semestinya menjalani hidup ini layaknya cuma satu kali, lantas apakah kita boleh menikmatinya? Yah, kalo menurut gw ini bisa benar bisa juga salah. Tergantung pada bagaimana cara kita &#8220;menikmati&#8221; nya. Dengan cara yang salah, maka menikmati hidup ini menjadi salah dan dengan cara yang benar, maka menikmati hidup ini menjadi benar juga.</p>
<p>Karena kita semestinya menjalani hidup ini layaknya cuma satu kali, maka apakah ini menjadi alasan bagi kita untuk melakukan tindakan-tindakan yang bersifat hedon? Menurut gw, tindakan hedon juga bukan berarti itu salah. shopping spree, jalan-jalan keluar negeri, makan di restoran mewah, tidak ada yang salah dengan itu. Balik lagi semuanya tergantung pada bagaimana cara kita melakukannya. Dengan cara yang salah, maka tindakan hedon ini menjadi salah dan dengan cara yang benar, maka tindakan hedon ini menjadi benar juga.</p>
<p>Karena kita semestinya menjalani hidup layaknya cuma satu kali, dengan begitu kita juga harus menyadari bahwa kita perlu untuk mengisinya dengan berbagai tindakan yang positif dan tidak merugikan diri kita. menggali ilmu tanpa henti, mengasah bakat tanpa lelah, menebar kebaikan tanpa mengeluh, dan berbagi kebahagiaan tanpa pandang bulu.</p>
<p>Karena kita semestinya menjalani hidup layaknya cuma satu kali, sebaiknya kita jangan menggampangkan situasi dengan berpikiran bahwa kelalaian dimasa lalu PASTI bisa kita perbaiki dimasa sekarang dan akan datang. Karena kita tidak pernah tahu dampak dari kelalaian tersebut. Kita bisa saja menganggap ini hanya kelalaian kecil, tapi cukup banyak contoh orang yang pada akhirnya harus bersusah payah membangun hidupnya kembali karena berawal dari menggampangkan kesalahan dimasa lalu. Semua berawal dari hal kecil, karena merasa tidak besar dampaknya, kita mulai memcoba atau terpancing utuk melakukan kesalahan yang lebih besar lagi hingga tanpa kita sadari menjadi seperti efek bola salju. Kita baru akan tersadar pada saat bola salju itu sudah cukup besar dan berat hingga bisa berbalik menimpa diri kita. Maka ada baiknya setiap kesalahan sekecil apapun, mari kita ambil hikmahnya dan berusaha untuk tidak masuk dalam kesalahan yang sama. Ingat, hanya keledai yang jatuh ke lubang yang sama berkali-kali.</p>
<p>Karena kita tidak bisa memutar kembali waktu untuk merubah segala tindakan dimasa lalu kita, maka sudah semestinyalah kita jalanilah hidup ini layak hanya satu kali. Masa depan ada karena masa sekarang, masa sekarang ada karena masa lalu, semuanya teruntai erat seperti ranti. Apakah kita nantinya akan berakhir di surga atau neraka, semuanya berdasarkan hasil dari rangkaian kehidupan kita mulai dari kita bernyawa dalam kandungan ibu hingga kita meninggal. tidak bisa diputus hanya pada bagian tertentu saja. Seperti apa wujud raga dan tugas kita dikehidupan berikutnya saat bereinkarnasi juga ditentukan oleh untaian utuh dari kehidupn kita dimasa sebelumnya mulai dari kita bernyawa hingga nyawa kita keluar dari raga tersebut.</p>
<p>Karena kita semestinya menjalani hidup layaknya cuma satu kali, maka nikmatilah hidup ini dengan BIJAK!</p>
<p>cheers,</p>
<p>- AK -</p>
<p>note: a special thank for a special person yang udah memberikan inspirasi buat gw untuk bisa melengkapi dan memperbaiki tulisan ini menjadi lebih baik lagi dan dapat merangkum pandangan dari dua jalur keyakinan dalam tulisan ini.</p>
<br />Filed under: <a href='http://aurellio.wordpress.com/category/personal-story/'>Personal Story</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aurellio.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aurellio.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aurellio.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aurellio.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aurellio.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aurellio.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aurellio.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aurellio.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aurellio.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aurellio.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aurellio.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aurellio.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aurellio.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aurellio.wordpress.com/296/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurellio.wordpress.com&amp;blog=3706607&amp;post=296&amp;subd=aurellio&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aurellio.wordpress.com/2010/10/18/jalani-hidup-layaknya-cuma-satu-kali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c4c62b88bd6377498fa78f2d88964ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">AK</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sang Mentari</title>
		<link>http://aurellio.wordpress.com/2010/10/10/sang-mentari/</link>
		<comments>http://aurellio.wordpress.com/2010/10/10/sang-mentari/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Oct 2010 05:52:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AK</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal Story]]></category>
		<category><![CDATA[poem]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aurellio.wordpress.com/?p=288</guid>
		<description><![CDATA[Malam pernah begitu gelapnya Seakan pagi tak akan menyapa Namun aku salah&#8230; Mentari itu datang Memberikan kehangatan dan terang   Air mata pernah tak terbendung Seakan senyum tak akan bertandang Namun aku salah&#8230;. Mentari itu menyapa Menyeka pedih dan membawa bahagia   Sang mentari kini bersinar, indah Membawa kisah di hari yang baru Rembulan memantulkan cahanya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurellio.wordpress.com&amp;blog=3706607&amp;post=288&amp;subd=aurellio&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Malam pernah begitu gelapnya</p>
<p>Seakan pagi tak akan menyapa</p>
<p>Namun aku salah&#8230;</p>
<p>Mentari itu datang</p>
<p>Memberikan kehangatan dan terang</p>
<p style="text-align:right;"> </p>
<p style="text-align:right;">Air mata pernah tak terbendung</p>
<p style="text-align:right;">Seakan senyum tak akan bertandang</p>
<p style="text-align:right;">Namun aku salah&#8230;.</p>
<p style="text-align:right;">Mentari itu menyapa</p>
<p style="text-align:right;">Menyeka pedih dan membawa bahagia</p>
<p> </p>
<p>Sang mentari kini bersinar, indah</p>
<p>Membawa kisah di hari yang baru</p>
<p>Rembulan memantulkan cahanya, indah </p>
<p>Menemani tidur berselimut rindu</p>
<p>- AK -</p>
<br />Filed under: <a href='http://aurellio.wordpress.com/category/personal-story/'>Personal Story</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aurellio.wordpress.com/288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aurellio.wordpress.com/288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aurellio.wordpress.com/288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aurellio.wordpress.com/288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aurellio.wordpress.com/288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aurellio.wordpress.com/288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aurellio.wordpress.com/288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aurellio.wordpress.com/288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aurellio.wordpress.com/288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aurellio.wordpress.com/288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aurellio.wordpress.com/288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aurellio.wordpress.com/288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aurellio.wordpress.com/288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aurellio.wordpress.com/288/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurellio.wordpress.com&amp;blog=3706607&amp;post=288&amp;subd=aurellio&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aurellio.wordpress.com/2010/10/10/sang-mentari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c4c62b88bd6377498fa78f2d88964ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">AK</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bangkok &#8220;Crush&#8221;</title>
		<link>http://aurellio.wordpress.com/2010/09/20/bangkok-crush/</link>
		<comments>http://aurellio.wordpress.com/2010/09/20/bangkok-crush/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Sep 2010 18:18:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AK</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal Story]]></category>
		<category><![CDATA[Bangkok]]></category>
		<category><![CDATA[Bangkok trip]]></category>
		<category><![CDATA[BKK]]></category>
		<category><![CDATA[BKK trip]]></category>
		<category><![CDATA[chatuchak]]></category>
		<category><![CDATA[trip]]></category>
		<category><![CDATA[Trip to Bangkok]]></category>
		<category><![CDATA[Trip to BKK]]></category>
		<category><![CDATA[tuktuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aurellio.wordpress.com/?p=273</guid>
		<description><![CDATA[Begitu mendarat di Bangkok, sempat terkesan dengan bandaranya yang jauh lebih rapih dan canggih dari pada Soekarno-Hatta. Akan tetapi begitu keluar dari bandaranya, semuanya telihat seperti Jakarta dan gw sempat bingung, apa yang membuat teman-teman gw begitu mencintai Bangkok (BKK). Tapi tunggu dulu&#8230; ternyata gw terlalu cepat menyimpulkan. Gw ke BKK dengan menggunakan Thai International Air berangkat jam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurellio.wordpress.com&amp;blog=3706607&amp;post=273&amp;subd=aurellio&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Begitu mendarat di Bangkok, sempat terkesan dengan bandaranya yang jauh lebih rapih dan canggih dari pada Soekarno-Hatta. Akan tetapi begitu keluar dari bandaranya, semuanya telihat seperti Jakarta dan gw sempat bingung, apa yang membuat teman-teman gw begitu mencintai Bangkok (BKK). Tapi tunggu dulu&#8230; ternyata gw terlalu cepat menyimpulkan.</p>
<p>Gw ke BKK dengan menggunakan Thai International Air berangkat jam 12.30 siang dan mendarat di BKK jam 4 sore setelah menempuh perjalanan selama 3,5 jam. Gw menginap di  hotel Imperial Queen&#8217;s Park Hotel, di jalan Sukhumvit soi 22, atas rekomendasi dari salah satu kolega gw di BKK. Ternyata, kalau perjalanan yang lebih bersifat bisnis memang kebanyakan perusahaan akan menginapkan karyawannya di wilayah Sukhumvit ini, tapi kalau untuk tujuan berlibur dan senang-senang, kebanyakan akan memilih di wilayah silom.</p>
<p>Setelah istirahat sejenak, gw langsung nyari simcard lokal yang menyediakan layanan blackberry hehehehe maklum gak bisa hidup tanpa BB. Ada beberapa provider yang menyediakan layanan bb dan gw memilih AIS yang ternyata adalah pilihat yang tepat karena sinyal dan layanan bb nya cukup bagus.</p>
<div id="attachment_274" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://aurellio.files.wordpress.com/2010/09/bkk-tuktuk.jpg"><img class="size-medium wp-image-274" title="BKK - tuktuk" src="http://aurellio.files.wordpress.com/2010/09/bkk-tuktuk.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">Tuktuk, taxi tradisional Bangkok... seru banget loh naik ini <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></div>
<p>Setelah itu, gw langsung menujuk ke MBK (salah satu mall di BKK) untuk makan malam dengan menggunakan tuktuk, taxi tradisionalnya BKK. it was so fun!! But becareful, sepertinya semua supir tuktuk itu adalah bekas pembalab hahahaha&#8230; biaya naik tuktuk dari hotel ke MBK sekitar 150 baht (WAJIB nawar kalau mau naik tuktuk, karena mereka suka gila2an kasih harganya). setelah makan malam, dilanjutkan dengan wisata kehidupan malam di BKK hehehe&#8230; cukup seru, banyak skybar yang bagus dan banyak juga &#8220;hiburan&#8221; yang lainnya. Dan malam itulah my Bangkok crush start to begin *wink wink hahahahaha*</p>
<p>Keesokan hari nya, karena saat itu adalah hari minggu, maka ini adalah saat yang tepat untuk mengunjungi pasar tradisional Chatuchak. Disana mereka menjual berbagai macam barang mulai dari pakaian, tas, asesoris, pernak-pernik, sampai ke binatang. Kalau kamu adalah orang yang sangat senang belanja dengan gaya berputar-putar dan mencari dengan seksama, maka it&#8217;s a must buat kamu untuk kesini dan memuaskan hasrat belanja tersebut. tapi perlu diingat, chatucak itu panas jadi harus pake baju yang sangat nyaman buat kamu untuk berada di tempat yang panas.</p>
<p>Buat kamu yang kurang merasa nyaman dengan belanja dalam suasana panas, jangan khawatir karena kamu bisa melakukan memusakan hasrat belanja tersebut di Platinum. Platinum itu ibaratnya Mangga Dua BKK. Tapi ada yang berbeda disini, karena kamu bisa membelinya dengan sistem grosir. Jadi kalau kamu membelinya dalam jumalah yang banyak, maka harganya juga akan jauh lebih murah. Mungkin buat yang ingin membuka toko baju di Jakarta, bisa berbelanja di Platinum untuk mengisi koleksi tokonya.</p>
<p>BUT!!!! perlu diingat, bahwa banyak barang unik di Chatuchak yang tidak akan ditemukan di Platinum. Jadi&#8230; akan tetap disarankan untuk mengunjungi keduda tempa ini untuk mendapatkan kepuasan berbelanja yang lengkap <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>My BKK crush semakin menjadi setelah gw melihat dengan sendirinya bagaimana antrian penumpang taxi bisa terbentuk dengan sendirinya tanpa harus adnya pembatas yang jelas. Kebayang kalau keramaian antrian taxi tanpa pembatas itu terjadi di Jakarta, pasti udah berantakan dan saling serobot. Nah, disinilah mulai terlihat bedanya Jakarta dan BKK. Hal lain yang membuat terkesan, para supir taxi tersebut tidak akan sembarangan memutarbalikkan kendaraannya walaupun tidak ada pembatas tengah jalan.</p>
<p>Setelah sedikit beristirahat di hotel, malamnya saya bersama teman saya mengunjungi Siam Paragon, salah satu Mall terbaik di BKK. Akan tetapi, karena sudah cukup malam jadi banyak yang sudah hampir tutup dan kami memutuskan untuk mencari di tempat lain. Pilihan jatuh kepada HardRock Cafe yang terletak tidak terlalu jauh dari Siam Paragon. Dan dalam perjalanan berpindah tempat tersebut, lagi-lagi gw memupuk my BKK crush. walau begitu banyak pedagang pakaian di sepanjang perjalanan tersebut, tapi somehow semuanya masih terlihat tertip dan BERSIH. Sama sekali tidak ada kesan kumuh dari situasi berdagang tersebut.</p>
<div id="attachment_275" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://aurellio.files.wordpress.com/2010/09/img_3255.jpg"><img class="size-medium wp-image-275" title="IMG_3255" src="http://aurellio.files.wordpress.com/2010/09/img_3255.jpg?w=200&#038;h=300" alt="" width="200" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Phra Siratana Chedi, terbuat dari emas dan menjadi salah satu lokasi foto favorit turis yang ke Bangkok <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></div>
<p>Hari ke-3 di BKK gw pergunakan untuk melakukan wisata tempat yang menjadi icon-nya BKK, Grand Palace. Grand Palace dibangun pada tahun 1782 setelah Raja Rama I naik tahta. Didalam kompleks Grand Palace ini terdapat kediaman keluarga kerajaan, aula kerajaan, beberapa kantor pemerintahan, dan juga kuil yang terkenal, Emerald Buddha. Sebelumnya, kediaman keluarga kerajaan dan pusat administrasi kerajaan berada di Thonburi, sisi barat sungai Chao Phraya. Banyak sekali bangunan disini yang dilapisi atau bahka terbuat dari emas dan ditengah teriknya mentari, semua bangunan ini menjadi sangat menyilaukan. Jadi jangan lupa untuk menggunakan banyak perlindungan seperti kaca mata hitam, topi, dan tentunya sunblock.</p>
<p style="text-align:center;"> </p>
<p> </p>
<div id="attachment_276" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://aurellio.files.wordpress.com/2010/09/img_3298.jpg"><img class="size-medium wp-image-276 " title="IMG_3298" src="http://aurellio.files.wordpress.com/2010/09/img_3298.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Themple of the Emerald Buddha</p></div>
<div id="attachment_277" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://aurellio.files.wordpress.com/2010/09/img_3272.jpg"><img class="size-medium wp-image-277" title="IMG_3272" src="http://aurellio.files.wordpress.com/2010/09/img_3272.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Ornamen yang mengelilingi sepanjang sisi Temple of the Emerald Buddha</p></div>
<p>Setelah berpanas-panasan di Grand Palace, gw berteduh di cafe au bon pain yang terletak persis diseberang pintu masuk Grand Palace. Cukup nyaman tempatnya dan menyediakan masakan eropa. setelah itu butuh menyegarkan diri lagi di hotel. Dan hari ini, my BKK crush semakin bertambah dan bisa dibilang, i almost fall in love.</p>
<p>Sorenya, karena ini adalah hari terakhir di BKK, gw kembali ke MBK untuk mencari pernak-pernik untuk ditaro dimeja kantor gw dan beberapa titipan teman (hehehehe so typical yah). Setelah itu, diajak teman menikmati the original BKK padthai (bener gak yah nulisnya) di daerah china town, soooooo yummyyy!!! Dilanjutkan dengan hunting duren. Ternyata, duren ternikmat dan termahal di BKK bukan lah duren monthong, tapi duren Kanyaow (yang artinya batang panjang). OMG, rasanya emang enak banget, gak lembek dagingnya dan rasanya lebih manis dan milky.</p>
<p>Dan perjalanan gw mengenal BKK berakhir sudah. keesokan harinya, gw kembali ke Jakarta dengan menggunakan Thai International Air yang kebetulan memang hanya ada 2x flight ke Jakarta yaitu jam 7 pagi dan jam 12 siang. Tapi karena gw harus masuk kantor hari itu juga, maka gw memilih untuk menggunakan yang penerbangan pagi.</p>
<p>Yup, itulah kunjungan pertama gw ke Bangkok&#8230; and since that i had a crush with Bangkok&#8230; jadi harus kembali lagi donk <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>- AK -</p>
<br />Filed under: <a href='http://aurellio.wordpress.com/category/personal-story/'>Personal Story</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aurellio.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aurellio.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aurellio.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aurellio.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aurellio.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aurellio.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aurellio.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aurellio.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aurellio.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aurellio.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aurellio.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aurellio.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aurellio.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aurellio.wordpress.com/273/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurellio.wordpress.com&amp;blog=3706607&amp;post=273&amp;subd=aurellio&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aurellio.wordpress.com/2010/09/20/bangkok-crush/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c4c62b88bd6377498fa78f2d88964ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">AK</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aurellio.files.wordpress.com/2010/09/bkk-tuktuk.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">BKK - tuktuk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aurellio.files.wordpress.com/2010/09/img_3255.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3255</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aurellio.files.wordpress.com/2010/09/img_3298.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3298</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aurellio.files.wordpress.com/2010/09/img_3272.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3272</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tremendous Toba</title>
		<link>http://aurellio.wordpress.com/2010/06/21/tremendous-toba/</link>
		<comments>http://aurellio.wordpress.com/2010/06/21/tremendous-toba/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jun 2010 18:15:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AK</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal Story]]></category>
		<category><![CDATA[Danau Toba]]></category>
		<category><![CDATA[kok tong]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Samosir]]></category>
		<category><![CDATA[roti ganda]]></category>
		<category><![CDATA[Samosir]]></category>
		<category><![CDATA[Siantar]]></category>
		<category><![CDATA[Toba]]></category>
		<category><![CDATA[wisata di Medan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aurellio.wordpress.com/?p=266</guid>
		<description><![CDATA[Danau Toba, siapa diantara kita yang gak tau nama Danau ini? Sebuah Danau yang menjadi sejarah dunia karena memberikan dampak perubahan yang besar pada Bumi ini, saat penciptaannya. Dari beberapa literatur yang gw baca, menyatakan bahwa letusan gunung Toba adalah sebuah letusan supervulkanik dan debunya menutup hampir separuh dunia bahkan sampai terbawa hingga ke kutub [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurellio.wordpress.com&amp;blog=3706607&amp;post=266&amp;subd=aurellio&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Danau Toba, siapa diantara kita yang gak tau nama Danau ini? Sebuah Danau yang menjadi sejarah dunia karena memberikan dampak perubahan yang besar pada Bumi ini, saat penciptaannya. Dari beberapa literatur yang gw baca, menyatakan bahwa letusan gunung Toba adalah sebuah letusan supervulkanik dan debunya menutup hampir separuh dunia bahkan sampai terbawa hingga ke kutub utara. Kaldera yang terbentuk kemudian digenangi oleh air dan terjadilah Danau Toba. Wow!</p>
<p>Perjalanan menuju Danau Toba memang cukup panjang bila di tempuh dari kota Medan, bisa mencapai empat (4) jam perjalanan. Tapi jangan khawatir, sepanjang perjalanan itu ada beberapa hal yang bisa membuat kita terhindar dari kejenuhan mulai dari wisata kuliner hingga pemandangan yang cukup menarik. Setibanya di daerah Parapat, daerah dipinggir Danau Toba, kita pun langsung disuguhi oleh pemandangan yang sangat memukau.</p>
<p>Perjalanan menuju Danau Toba bisa ditempuh melalui dua (2) jalur, bisa lewat Brastagi atau lewat Siantar. Karena supir yang membawa gw mengatakankalau lewat Brastagi jalannya lebih rusak dibandingkan dengan lewat Siantar, maka gw pun memilih untuk melewati jalur Siantar. Dari dua (2) kali perjalanan ke Danau Toba, via Siantar, gw selalu berhenti di kota Siatar untuk menikmati segelas kopi Kok Tong dan roti ganda khas Siantar.</p>
<p>Dari Siantar menuju Parapat kira-kira memakan waktu sekitar satu (1) jam. Sepanjang perjalanan Siantar-Parapat, kita akan melihat hamparan perkebunan kelapa sawit dan karet serta akan melewati sebuah hutan yang disebut Harangan Ganjang oleh orang setampat yang artinya adalah Hutan Panjang. Bila sudah memasuki Harangan Ganjang, berarti sebentar lagi kita akan tiba di Parapat.</p>
<div id="attachment_267" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://aurellio.files.wordpress.com/2010/06/img01155-20100410-1318.jpg"><img class="size-medium wp-image-267" title="Danau Toba" src="http://aurellio.files.wordpress.com/2010/06/img01155-20100410-1318.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Pemandangan Danau Toba dari salah satu warung kopi di daerah Parapat</p></div>
<p>Memasuki Parapat, kita akan melihat hamparan Danau Toba dengan pemandangan perbukitan yang indah. Kita bisa langsung menuju pelabuhan untuk menyebrang ke Pulau Samosir atau bisa juga mengejar foto-foto pemandangan Danau Toba yang bisa kita ambil dari atas bukit sekeliling Danau Toba. salah satu titik yang cukup bagus untuk mendapatkan pemandangan yang indah adalah dari Hotel Niagara. menginap di hotel ini pun adalah pilihat yang tepat karena harganya pun tergolong cukup murah mulai dari 500 ribu-an hingga 2 juta-an.</p>
<p>Bila ingin menyeberang ke Pulau Samosir, ada dua pilihan moda penyeberangan yang bisa kita pilih. Bila ingin menyeberang dengan kendaraan, kita bisa menggunakan ferry yang berangkat setiap selang 1,5 jam-an dengan waktu tempuh sekitar 1,5jam. Atau bila tanpa mobil, kita bisa menggunakan kapal motor setiap jam nya dengan waktu tempuh yang lebih singkat, sekitar45 menit-an. Hati-hati, penyeberangan terakhir adalah jam 7 untuk ferry dan kapal motor, jangan sampai terlewatkan bila tidak ingin menginap di Pulau Samosir. Berhubung waktu itu ketinggalan ferry, jadi kita memilih naik kapal motor.</p>
<p>setibanya di Pulau Samosir, ada warung di tepi danau nya dan gw dan teman gw Adisty pun memutuskan untuk bersantai sebentar sambil menikmati kopi susu panas ditegah udara yang dingin. setelah itu lanjut sedikit mengintari Pulau Samosir. Untuk mengelilingi lokasi wisata di sekitar Pulau Samosir, kita bisa menyewa motor dengan harga sekitar 30 ribu-an atau mobil dengan harga sekitar 100 ribu-an. Tapi jangan berharap mobilnya adalah mobil kelas kijang yang bagus seperti inova yah, mobilnya adalah mobil carry tua seperti angkutan umum di Pulau Jawa.</p>
<p>Di dekat pelabuhan, lokasi wisata pertama yang bisa kita kunjungi adalah makan Raja Sidabutar yang terbuat dari batu pualam besar, utuh tanpa sambungan. Perjalanan berlanjut menyusuri hotel-hotel di daerah Tuk-tuk, sepanjang pesisir Danau Toba. Sebenarnya masih ada beberapa lokasi yang katanya menarik juga, tapi karena letaknya yang cukup jauh dan kondisi jalan yang kurang bagus, waktu tempuhnya tidak memungkinkan bila hanya sehari perjalanan di Pulau Samosir. Kita harus menginap di Pulau Samosir dan baru melakukan perjalan keesokan paginya.</p>
<p>Karena waktu yang sangat minim, jadi gw dan Adisty mengahbiskan waktu di daerah Tuk-tuk unuk befoto-foto dan makan sore. setelah itu kita kembali menyeberangi Danau Toba dengan kapal motor terakhir. Ternyata menyeberang Danau Toba malam hari cukup menyeramkan karena semuanya gelap gulita, saat berada di tengah Danau. Untungnya, selama di kapal motor, selalu ada musik dan lagu yang menemani&#8230; lagu dalam bahasa Batak hehehe&#8230;</p>
<p>Danau Toba dan Pulau Samosir sebenarnya adalah tujuan wisata yang sangat menarik baik dari sisi sejarahnya dan alamnya. Hanya saja, karena bagitu banyaknya hotel-hotel kecil dan ketidak disiplinan dari para penjual serta pengunjung yang datang, ditambah lagi ketidak pedulian pemerintah kita terhadap harta keindahan alam Indonesia, membuat kondisi disekitar pesisir Danau Toba menjadi penuh sampah dan jorok. Pelabuhan penyeberangannya pun tidak layak disebut sebagai pelabuhan karena hanya berupa pasar berlumpur yang menjadi tempat bersendernya kapal motor. Andaikan pemerintah, pengusaha hotel, dan masyarakat bisa bekerjasama untuk membangun sarana prasarana yang jauh lebih memadai dan bersih, maka tempat ini akan jauh lebih indah dan nyaman.</p>
<p>ps: foto-foto nya masih diedit, menyusul yah&#8230;</p>
<p>cheers,</p>
<p>- AK -</p>
<br />Filed under: <a href='http://aurellio.wordpress.com/category/personal-story/'>Personal Story</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aurellio.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aurellio.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aurellio.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aurellio.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aurellio.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aurellio.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aurellio.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aurellio.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aurellio.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aurellio.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aurellio.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aurellio.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aurellio.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aurellio.wordpress.com/266/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurellio.wordpress.com&amp;blog=3706607&amp;post=266&amp;subd=aurellio&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aurellio.wordpress.com/2010/06/21/tremendous-toba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c4c62b88bd6377498fa78f2d88964ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">AK</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aurellio.files.wordpress.com/2010/06/img01155-20100410-1318.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Danau Toba</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Indah&#8221;nya Menjadi Anak Bungsu</title>
		<link>http://aurellio.wordpress.com/2010/06/07/indahnya-menjadi-anak-bungsu/</link>
		<comments>http://aurellio.wordpress.com/2010/06/07/indahnya-menjadi-anak-bungsu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2010 07:34:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AK</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal Story]]></category>
		<category><![CDATA[anak bungsu]]></category>
		<category><![CDATA[anak manja]]></category>
		<category><![CDATA[bungsu]]></category>
		<category><![CDATA[dimanja]]></category>
		<category><![CDATA[manja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aurellio.wordpress.com/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[dalam sebuah percakapan: A : &#8220;Kamu anak keberapa dalam keluarga?&#8221; B : &#8220;anak ke-3, anak bungsu.&#8221; A : &#8220;Waaahh&#8230; senang donk&#8230; pasti dimajan banget yah.&#8221; familiar dengan potongan dialok diatas? yah tentunya. Pasti ada yang pernah mengalami menjadi Si A dan ada juga yang menjadi Si B atau menjadi pihak ketiga yang mendengarkan perbincangan tersebut. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurellio.wordpress.com&amp;blog=3706607&amp;post=261&amp;subd=aurellio&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>dalam sebuah percakapan:</p>
<p>A : &#8220;Kamu anak keberapa dalam keluarga?&#8221;</p>
<p>B : &#8220;anak ke-3, anak bungsu.&#8221;</p>
<p>A : &#8220;Waaahh&#8230; senang donk&#8230; pasti dimajan banget yah.&#8221;</p>
<p>familiar dengan potongan dialok diatas? yah tentunya. Pasti ada yang pernah mengalami menjadi Si A dan ada juga yang menjadi Si B atau menjadi pihak ketiga yang mendengarkan perbincangan tersebut.</p>
<p>Namun, apakah benar bahwa menjadi anak bungsu selalu seindah itu? mengapa image seorang anak bungsu yg diingat oleh orang-orang hanya &#8220;dimanja&#8221;nya saja? dan yang lebih mendasar lagi pertanyaannya adalah, bagaimana kisahnya hingga bisa seorang anak bungsu mendapatkan cap sebagai anak yang paling dimanja? well, gw bukan ahli/pengamat kehidupan sosial dan keluarga, tapi sebagai seorang anak bungsu dan mempunya beberapa orang teman yang juga anak bunsu, paling tidak gw bisa menemukan jawabannya.</p>
<p>Seorang anak bungsu adalah anak terakhir dalam sebuah hirarki keluarga. alasan dia bisa menjadi sangat dimanjapun bisa bermacam-macam. bisa karena dia adalah seorag laki-laki, yang oleh beberapa keluarga tertentu masih memegang teguh bahwa anak laki-laki adalah penerus garis keturunan dan marga, atau juga bisa karena jrak yang cukup jauh dengan yang sebelumnya sehingga dia semacam menjadi penghibur bagi kedua orang tuanya.</p>
<p>Selain itu, kalau ditinjau dari sisi ekonomi keluarga, bisa jadi karena seiring dengan perkembangan ekonomi keluarga yang memaik, akhirnya si anak bungsu lah yang bisa menikmati berbagai fasilitas yang lebih baik dari kakak-kakak nya. yang dulu nya mainan seadanya, sekarang dengan kondisi ekonomi yang lebih baik, si anak bungsu bisa menikmati mainan yang jauh lebih banyak dan mahal harganya.</p>
<p>Namun, selain semua alasan yang bersifat fisikal tersebut, ada hal lain yang menjadi alasan dan mungkin tidak secara nyata disadari oleh para orang tua. alasan itu adalah anak bungsu merupakan anak tumpuan harapan terakhir dalam kelurga yang bisa memebrikan dan/atau melengkapi atau bahkan memperbaiki citra orang tua dan keseluruhan keluarga inti (ayah, ibu, anak) di dalam keluarga besar dan lingkungan masyarakat sekitar. keinginan untuk bisa membentuk si bungsu untuk bisa tumbuh dan berkembang menjadi anak yang melengkapi harapan mereka tersebut terkadang membawa orang tua menjadi berlebihan dalam memberikan fasilitas kepada si bungsu.</p>
<p>Tapi perlu diingat juga, tidak semua anak bungsu mendapatkan hal tersebut. Tidak jarang jug anak bungsu yang tidak sepenuhnya dimanja seperti itu tapi tetap berada pada posisi sebagai tupuan harapan terakhir. Ini bisa terjadi kalau teryata mungkin ada kakak nya yg memang membutuhkan perhatian lebih atau memang karena kondisi keluarga yang tidak harmonis. masih banyak alasan lainnya.</p>
<p>yang perlu kita ingat disini adalah seperti apapun dimanjanya si bungsu, dia akan tetap menjadi harapan terakhir dalam keluarga. hal ini bisa memberikan taraf stress yang cukup tinggi bagi si bungsu. Tapi mungkin tidak semua anak bungsu juga menyadari akan peranan nya ini tetapi tetap mendapatkan tekanan atas peran nya tersebut. pada akhirnya, si bungsu yang dimanja tumbuh menjadi anak yang arogan dan tidak perduli. semakin dia bertumbuh besar dan mendapatkan tekanan dari lingkungannya untuk harus bisa menjadi &#8220;penutup yang indah&#8221; bagi keluarganya, semakin dia menyangkal dan lari dari perannya itu yang akhirnya membawa nya ke jalan yang malah bertolak belakang dengan harapan yang ada.</p>
<p>Coba deh kita lihat dari beberapa sisi berikut:</p>
<p>1. kakak sukses, si bungsu masa gak?</p>
<p>Mempunyai seorang kakak yang sukses, sebenarnya sangat membanggakan. si bungsu bisa mempunyai panutan dan <em>role model</em> dalam menjalankan hidupnya. Tapi, stiap individu pasti tidak ingin hanya sekedar menjadi &#8220;bayangan&#8221;. tantangan bagi si bungsu, yang sering menjadi hal yang ingin lingkungan lihat, bagaimana si bungsu menjadi &#8220;penutup yang sempurna&#8221; dengan juga menjadi seorang yang suksesnya setara atau lebih dari sang kakak. Apakah itu gampang? ternyata tidak loh. bersaing dengan seorang kakak jauh brlipat-lipat lebih berat karena kita tidak boleh menyakiti hati sang kakak, tidak boleh terang-terangan memperlihatkan sikap kompetitif, tidak boleh membuat kesan bahwa kita juga jauh lebih baik dari sang kakak. Mengapa begitu? <em>simple </em>jawabanna, karena dia adalah kakak kita, orang yang berasal dari rahim yang sama dan darah daging dari ayah dan ibu yang sama&#8230;</p>
<p>2. kakak tidak sukses, masa si bungsu juga?</p>
<p>semakin berat lagi nih peran si bungsu di kondisi ini. kalau dia juga gagal, maka cap orang tua yng buruk akan melekat ke orang tuanya. tapi kalau dia sukses, bukan berarti semua masalah selesai! lingkungan akan secara sadar atau tidak akan mengamati apakah si bungsu bisa membantu sang kakak? kalau tidak bisa maka si bungsu pun akan dianggap anak yang lupa terhadap keluarganya. Belum lagi ada ego dari sang kakak sebagai yang lebih tua, yang lebih tau segala hal, yang malah memperburuk situasi. mempertahankan kondisi yang baik untuk diri sendiri saja terkadang beratnya bukan main, apa lagi kalau harus ikut menopang seluruh keluarga?</p>
<p>dan masih banyak lagi situsi dan kondisi lainnya.</p>
<p>So, sebenarnya menjadi anak bungsu bukan hanya sekedar dimanja nya saja, yang sering kali dipandang secara negatif olh kebanyakan orang, tapi lebih dari itu, ada banyak juga tantangan dan tekanan yang diterima oleh si bungsu.</p>
<p>well,paling tidak itu adalah pandangan gw. tentunya sebagai anak sulung atau anak tengah, merekajuga punya tekanan masing-masing. Tapi gw tidak dalam kapasitas yang mengrti begitu dalam tentang mereka. buat anak-anak bungsu, lekaslah bangun dari mimpi-mimpi kemanjaan mu dan mulailah menyadari akan peranan yang ada dan mengolah antara kemajaan dan peranan kita secara baik dan benar.</p>
<p>cheers,</p>
<p>- AK -</p>
<br />Filed under: <a href='http://aurellio.wordpress.com/category/personal-story/'>Personal Story</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aurellio.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aurellio.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aurellio.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aurellio.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aurellio.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aurellio.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aurellio.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aurellio.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aurellio.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aurellio.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aurellio.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aurellio.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aurellio.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aurellio.wordpress.com/261/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurellio.wordpress.com&amp;blog=3706607&amp;post=261&amp;subd=aurellio&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aurellio.wordpress.com/2010/06/07/indahnya-menjadi-anak-bungsu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c4c62b88bd6377498fa78f2d88964ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">AK</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
