Merantau & Merah Putih

19 08 2009

Over the long week end ini gw nonton dua film Indonesia yang buat gw sangat memberikan pencerahan dalam dunia perfilman di tanah air ini. Kedua film itu adalah Merantau dan Merah Putih. Dua buah film yang mengambil latar belakang cerita yang buat gw lebih mendidik dan memberikan banyak sekali insight bagi kita yang menontonnya.

merantau posterKalau dilihat dari sisi cerita dan alurnya bisa dikatakan kedua film ini tidak terlalu memberikan sesuatu yang “Wow!”. Akan tetapi kalau dilihat dari sisi kualitas efek, detailing, freshness, dan originalitasnya, gw sangat salut dengan kedua film ini.

Kualitas efek yang biasa diacungi jempol dari kedua film ini paling jelas dapat dilihat pada saat terjadinya “pertarungan”. kalau kita lihat dalam film-film laga jama dulu akan sangat terlihat sekali dibuat-buatnya, gerakan berkelahi yang patah-patah, dan aksi yang terkesan menunggu rekasi lawan sehingga tidak terjadi kesalahan koreo. Hal-hal tersebut tidak lagi terlihat dalam pertarungan di film Merantau yang sangat banyak menyuguhkan aksi adu jotos dan film Merah Putih yang memberikan bentuk pertarungan dalam sebuah perang.

Dalam film Merantau, aksi adu bela dirinya terlihat sangat natural, tidak diibuat-buat, dan hempasan-hempasan badan akibat pertarungan juga dilakukan dengan sangat bagus. Tidak terlihat akan adanya peranan “kawat pengantung” pada tubuh sang actor dan gerakan terhempasnya pun cukup nyata. Sedangkan untuk efek di film Merah Putih, kalau dulu kita mendengar letusan pistol seperti mendengar letusan mercon atau petasan cina, tidak dalam film ini. Kualitas baku tembak dalam film Merah Putih ini juga sudah jauh mengalami perubahan yang lebih baik dan lebih enak didengar yang membuat suasanya nya menjadi lebih medekati nyata. Begitu pula dengan efek ledakan baik karena efek bom, peluru besar, atau kendaraan yang meledak.

merah-putihKalau dari sisi detailing, kedua film ini juga patut diacungi jempol. Efek kucuran darah dan wujud dari darah yang mengucurnya pun tampak lebih nyata dari pada film-film horror yang (maaf, tapi emang bener) sangat kampungan dan benar-benar hanya aji mumpung semata. Selain itu, dalam film Merantau, ada detail bekas luka di wajah peran antagonis yang bisa dikatakan cukup memberikan kontinuitas yang baik dan lagi-lagi cukup nyata.

Sedangkan untuk freshness dan originalitas, gw bisa ambil contoh untuk ide mengangkat berbagai budaya dan kebiasaan dari masyarakat Indonesia yang dikemas dalam cerita dan alur yang sederhana ditengah marakanya film-film Indonesia yang lebih memilih untuk mengekori kesuksesan film sebelumnya. Film Merah Putih memang jelas diperuntukkan sebagai film menyambut hari kemedekaan kita, tapi justru hal itu lah yang membuat film ini menjadi terlihat fresh dan memiliki originalitas yang baik karena mengangkat semangat perjuangan dari sisi yang lebih nyata dengan kehidupan kita sehari-hari dan tidak sepenuhnya mengulang apa yang tertera di buku pelajaran sejarah (yang semakin kesini semakin banyak hal yang dipertanyakan kebenarannya).

Yuda, tokoh utama dalam film Merantau, seorang pemuda Padang yang ingin menjalankan tradisi di daerah Padang yaitu saat seorang remaja laki-laki beranjak dewasa, maka ia harus merantau untuk menimba ilmu dan kembali ke kampungnya sebagai seorang pria sejati

Yuda, tokoh utama dalam film Merantau, seorang pemuda Padang yang ingin menjalankan tradisi di daerah Padang yaitu saat seorang remaja laki-laki beranjak dewasa, maka ia harus merantau untuk menimba ilmu dan kembali ke kampungnya sebagai seorang pria sejati

Kedua film ini juga mengangkat keanekaragaman dan keunikan berbagai budaya dan kepercayaan Indonesia yang semakin memperlihatkan akan kekayaan Negara kita ini. Merantau sangat kental dengan budaya dan kebiasaan hidup masyarakat Padang dan Jakarta, sedangkan Merah Putih dengan keragaman budaya dari Sulawesi, Bali, dan jawa serta keragaman strata sosial, ekonomi, dan edukasi yang diselimuti oleh perbedaan agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia ini.

Secara keseluruhan kedua film ini sangat menunjukkan banyak sekali kemajuan yang patut diacungi jempol dalam industry perfilman kita. Kedua film ini bisa dibilang must watch movie ditengah semangat IndonesiaUnite yang belakangan ini sering sekali kita gaungkan.

 

- AK -





POND’S Teens Concert

14 08 2009

Saat mendengar kata KONSER, produk apa yang akan menjadi top of mind kita sebagai penyelenggaranya? Yup, gw cukup yakin kalau sebagian besar dari kita akan menyebutkan kalau penyelenggara konser musik adalah perusahaan rokok. Tapi, tidak utuk konser yang satu ini. Pond’s Teens Concert, seperti judul nya, konser ini diselenggarakan oleh sebuah produk perawatan wajah yang akrab di telinga remaja Indonesia, Pond’s.

Is it just another concert? No, it’s different! Konser ini benar-benar merupakan wadah penampung kreatifitas remaja Indonesia tidak hanya dalam bermain musik, tetapi juga untuk mengembangkan bakat mereka dalam berbagai hal yang menunjang sebuah konser. Mulai dari ide untuk tema konser, publikasi kepada para remaja, sampai akhrinya menikmati konsernya, semuanya menjadi milik dan kreasi remaja Indonesia.

Afgant dengan dandanan ala Soekarno saat tampil di Pond's Teens Concert Jakarta, lap. D Senayan, yang mengusung tema "Indonesian Heroes"

Afgant dengan dandanan ala Soekarno saat tampil di Pond's Teens Concert Jakarta, lap. D Senayan, yang mengusung tema "Indonesian Heroes"

Konser yang dijalankan di tiga kota besar di Indonesia ini (Medan, Surabaya, dan Jakarta) memiliki tema konser yang berbeda-beda yang didapat dari hasil kreasi remaja Indonesia yang dilombakan sebelumnya melalui website www.myponds.net. Ketiga tema itu adalah Digital Outer Space (Medan), Beyond the Sea (Surabaya), dan Indonesian Heroes (Jakarta). Not only that, guys! Para musisi yang manggungnya pun berdasarkan hasil pilihan remaja di setiap kota tersebut dan mereka wajib berkostum sesuai dengan tema di tiap kota masing-masing. Seru khan!! Bisa lihat Alexa dalam pakaian outersapce, Nidji dalam segaram kru kapal selam, dan Ungu (band yang gak pernah mau diatur pakaian apa yang dipakai saat manggung) dengan seragam Angakatan Udara, dan Afgant begaya ala Soekarno hhmmm…

Eeiittss! Masih ada lagi… untuk turut mempromosikan kegiatan ini, para remaja juga membuat madding-mading khusus untuk memberikan update-update terbaru seputar roadshow pre-konser dan konsernya iotu sendiri. Dan madding-mading ini juga dilombakan loh!! Hasilnya, terbukti bahwa anak remaja Indonesia saat ini memiliki kreatifitas yang sangat dibanggakan.

Cuma itu? Sabar… masih ada lagi! Keempat pemenang lomba ide kreatif konser impian ini juga punya kesempatan untuk magang bersama Rama Soeprapto, seorang show director ternama di Indonesia. Sebuah kesempatan langka tentunya!!

Nidji dengan dandangan ala kru kapal selam sesaat setelah tampil di panggung Pond's Teens Concert Surabaya

Nidji dengan dandangan ala kru kapal selam sesaat setelah tampil di panggung Pond's Teens Concert Surabaya

Mau tau kenapa sebuah produk perawatan wajah seperti Pond’s merasa perlu melakukan konser yang penuh dengan ajang mengasah kreatifitas ini? Semua ini Pond’s lakukan karena POND’S yang selalu memahami, peduli, dan selalu mengikuti perkembangan dunia remaja, kali ini memberikan wadah bagi remaja untuk mengekpresikan bakatnya di bidang musik dan seni, yang merupakan bahasa universal dan tidak dapat dipisahkan dari dunia remaja, serta mempunyai peranan penting dalam meningkatkan rasa percaya diri mereka dalam mengekspresikan diri dan menunjukkan eksistensinya yang dapat menjadi bekal di masa depan.

Secara keseluruhan, band dan artis penyanyi yang terlibat dalam raodshow PTC ini adalah Afgant, Alexa, Ungu, Nidji, The Cangcuters, Kerispatih, Ello, RAN, Hijau Daun (suaraaaaaa…..), PeeWee Gaskins, Viera, dan Marvels (kalo ada yang kurang tolong ditambahin yah…)

untuk foto-foto selebihnya bisa lihat di :

http://www.facebook.com/album.php?aid=138698&id=811531977&saved#/album.php?aid=138698&id=811531977

 

- AK -