Blackberry vs. Gaya Hidup

30 10 2011

10 tahunan lalu yang namanya telepon genggam mulai menjadi “must have item” dalam kehidupan kita. Gak peduli mereknya apa, yang penting adalah itu telepon genggam. Seiring dengan perkembangan gaya hidup, para produsen telepon genggam ini pun mulai memodifikasi produk mereka sesuai dengan kebutuhan dari kelompok-kelompok masyarakat.

Sampai akhirnya kita bisa melihat bahwa yang namanya telepon genggam bukan hanya sekedar alat komunikasi tapi juga menjadi sebuah gaya hidup dan identitas social dari seseorang. Hanya dari melihat merek dan tipe telepon genggamnya, kita bisa mengenali orang tersebut berasal dari strata ekonomi dan hoby dari orang tersebut.

Sekitar lima tahun yang lalu, trend baru dalam teknologi telepon genggam merambah dalam gaya hidup masyarakat kita. Trend ini kita terjemahkan dalam sebuah kalimat “pin lu berapa?”. Yup, trend itu adalah telepon genggam Blackberry (BB). Saat ini hampir semua orang pakai BB, bahkan sampe ke tukang jualan warung kopi depan kos gw pun ngomongin tentang plus minusnya berbagai tipe BB hehehe.
As we know, BB ini juga punya berbagai macam tipe, diantaranya ada pearl, curve, dan Bold. Dan baru-baru ini juga diluncurkan lagi varian terbaru Bold yaitu Bold9900. Dalam kelompok tipe BB, Bold adalah merupakan strata yang tinggi.


Saat peluncuran ini orang-orang langsung buru-buru pengen ganti BB nya. Dan dari beberapa yang gw tanya kenapa ganti, jawabannya simple, “keren modelnya”. Dari jawaban ini menggambarkan bahwa penggunaan BB bukan lagi mengenai teknologinya, tapi sudah benar-benar mengenai mengikuti trend terbaru dari sebuah brand yang terkenal.

Salah satu bos gw sampe berkelakuan agak kekanak-kanakan karena Bold9900 ini. Ditengah meeting teleconference, dia tiba-tiba mute alat telecom nya dan mengangkat Bold9900 nya dan mengayun-ayunkan ke muka saya dan bos saya yang lain, bener2 diarahkan ke muka kita hahaha. Sempet bingung kirain mau nunjukin email tapi gerakannya cepat banget sampe akhirnya dia ngomong “ini Bold yang baru loh”. Suasana hening seketika dan dilanjut dengan kita tertawa ngakak. Dan dia adalah salah satu yang menjawab “keren modelnya” hahahaha

Setuju sih, designya keren, simple dan elegan. Kalo gw bilang, designya ini cocok dengan para eksekutif muda yang serius bekerja . Dan kalo buat cowo yang jempulnya umumnya lebih gede, keypadnya juga jauh lebih nyaman jadi kemungkinan typo lebih kecil.

Di Bold9900 ini, BB berusaha menangkap sebuah trend yang sedang berkembang di masyarakat yaitu trend layar sentuh. Sebenarnya teknologi touch screen BB sudah di pakai juga dalam salah satu tipe BB yaitu torch. Bedanya, torch itu keypad nya di sliding sedangkan Bold9900 ini berada pada 1 permukaan yang sama dengan layarnya.

Cuma sayangnya, daya tahan baterai Bold9900 ini sangat singkat. Dalam sehari gw bisa ngecharge sampe tiga kali. Jadi sebenarnya agak kontradiktif dengan designya yang cocok untuk kaum eksekutif, untuk batrenya sangat tidak sesuai bagi eksekutif. Para eksekutif ini biasanya sangat aktif dan dinamis. Mereka bisa berada di berbagai tempat berbeda dalam sehari dan menghadapi meeting bisa sampai lebih dari lima. Memang sih chargeran Bold9900 ini sangat praktis dibandingkan dengan chargeran BB yang sebelum-sebelumnya, tapi tetap aja paling nyebelin kalo udah kayak gini, bisa kayak orang kebakaran jenggot nyari-nyari tempat ngecharge. Kebayang kalau lagi saking sibuknya diskusi trus lupa ngecharge, bisa jadi urusan komunikasi baik via BBM maupun email jadi terhambat dan belum lagi kalau mereka harus meeting di restoran/café yang tidak menyediakan colokan listrik didekat mereka.

Mengingat bahwa BB ini sudah menjadi gaya hidup, jadi kayaknya masalah baterai ini menjadi masalah yang cukup mengganggu. Bukan hanya bagi para eksekutif tapi juga bagi para BB user lainnya yang sering meng-abuse BBM mereka setiap saat untuk gossip dan bertukar info terbaru. Agak-agak gimana gitu kalo lagi dikeramaian liat orang-orang sibut pencat-pencet BB tapi kitanya hanya bisa menatap sedih karena BB kita lagi bobo masih dalam tas/saku. Teman gw sempat mau mengganti BB nya dan nanya-nanya ke gw, tapi begitu tau baterainya parah dia langsung membatalkan membeli BB9900 ini.

Sayang sih… karena kalo bicara soal point utama dari memiliki telepon genggam adalah agar kita bisa berkomunikasi kapanpun dan dimanapun. Jadi, mau teknologinya secanggih apapun, fitur-fiturnya sangat menarik sekalipun, tapi kalau mati yah gak bisa dipakai juga kan? Apalagi dengan status BB yang sudah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari, gimana bisa jadi gaya hidup kalau baru empat jam trus hanya bobo cantik dalam saku/tas?

cheers,

- AK -





Sebuah Langkah Kecil untuk Perubahan Besar

21 05 2011

kisah ini adalah kisah nyata yang dialami oleh salah satu direktur di kantor gw

Sekitar enam tahun yang lalu ada seorang penderita polio (sebut saja namanya Anto, bukan nama asli) yang membaca sebuah artikel profile dari direktur saya ini di surat kabar Bisnis Indonesia, dan merasa terpanggil untuk bisa bertemu dengan direktur tersebut. Modal informasi yang Anto miliki hanya nama dan tempat bekerja dari direktur ini. Anto juga tidak mengetahui bahwa orang yang ingin dia temui adalah seorang direktur dari salah satu perusahaan multinasional yang sangat besar di Indonesia.

Singkat cerita Anto berhasil mendatangi kantor tersebut dan menyatakan niatnya untuk bertemu dengan direktur ini. Namun sayangnya pada saat itu direktur ybs sedang dalam meeting sehingga tidak bisa dijumpai. pada saat itu pula lah Anto mengetahi bahwa orang yang di profile di surat kabar tersebut adalah seorang direktur dan membuat dirimua menjadi tidak percaya diri untuk bis bertemu langsung.

Akhirnya, Anto hanya menuliskan sepucuk surat kepada direktur tsb dan mengantarkan surat tersebut secara langsung ke kantor kami. Surat Anto tersebut diterima langsung oleh sekretaris direktur dan langsung diberikan begitu direktur tersebut berhasil ditemui oleh sekretarisnya. Direktur terebut lalu menghubungi Anto dan menyampaikan bahwa Ia bersedia untuk menemui Anto.

Pada pertemuan itu, Anto menyatakan salah satu harapannya untuk bisa bertemu dengan direktur ini adalah untuk meminta bantuan beliau berupa biaya untuk membuat kursi roda rancangan Anto sendiri. Si direktur lalu memenuhi permohonan bantuan tersebut dengan harapan kursi roda itu bisa membantu Anto dalam mobilisasinya yang selama ini hanya bisa dilakukan Anto dengan merangkak.

Selang beberapa lama kemudian Anto pun menceritakan bagaimana niatnya untuk menjalakan bisnis MLM nya selalu gagal dan ditipu oleh orang dan kembali meminta bantuan direktur tsb untuk bisa membantu modal usaha pulsanya. Si direktur pun membantu Anto dengan syarat Anto harus memberikan laporan berkala mengenai usahanya dan pengembalian modalnya akan dilakukan apabila si direktur tersebut memintanya.

Setelah setahun berbisnis, Anto pun menghubungi direktur tsb dgn niat untuk mengembalikan modal yang dipinjamnya karena usahanya sudah berbuah hasil yang lumayan. Namun si direktur berkata, “Kan sudah saya katakan, saya yang akan menentukan kapan saya akan meminta modal itu dikembalikan”.

setelah beberapa tahun berselang, si direktur teringat kembali dengan Anto dan ingin mengetahui kabar dan bagaimana kondisi bisnis pulsa Anto tersebut. Karena sudah lama tidak berkomunikasi, jadi si direktur sempat mengalami kendala untuk menemukan nomor telepon Anto.

Pagi ini, sabtu, 21 Mei 2011, Anto berhasil dihubungi oleh si direktur. Sebuah kabar yang sangat menggembirakan diterima oleh si direktur, Anto sudah menjadi seoran pengusaha pulsa dengan omset mencapai puluhan juta rupiah!

Mungkin cerita ini tidak sebombastis kisah-kisah nyata yang diangkat dalam buku-buku atau film-film yang sering kita tonton, tapi buat gw, karena kisah ini dialami oleh orang yang gw kenal dan sehari-harinya bertemu di kantor, membuat cerita ini mejadi begtu nyata dan sangat inspirasional.

Nilai yang bisa dipetik
1. Seperti judul tulisan ini, jangan pernah menyepelekan SEBUAH LANGKAH KECIL yang baik yang pernah, sedang, dan akan kita lakukan karena setiap tindakan yang kita lakukan adalah sebuah untaian kisah untuk menjadi sebuah CERITA PERUBAHAN BESAR dalam hidup ini. Langkah kecil Anto dengan mengirim si direktur surat berbuah KESUKSESAN DALAM BERBISNIS dengan omset puluhan juta. Langkah kecil si direktur dengan memberikan dana untuk kursi roda dan bisnis Anto berbuah sebuah KEBAHAGIAAN bagi Anto dan tentu saja BERKAH BERLIMPAH dari Yang Maha Kuasa

2. Jelas sekali dalam kisah ini, bila kita punya sebuah MIMPI POSITIF dan BERANI MEWUJUDKAN mimpi tersebut, maka TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN di dunia ini. KEBERANIAN Anto untuk MEWUJUDKAN MIMPInya menjadi seorang pengusaha dengan meminta bantuan si direktur berbuah manis KESUKSESAN. KEBERANIAN dan KEPERCAYAAN si direktur memberikan modal usaha pada Anto membawa selain mebawa PERUBAHAN BESAR dalam hidup Anto tapi juga bagi si direktur yaitu sebuah KEBAHGIAAN dan PEMBELAJARAN dari hasil berbagi dengan sesama yang membutuhkan.

3. kalau dilihat dari sisi dunia kerja, banyak dari kita dan sering saya temui orang yang MENDEWAKAN para petinggi perusahaan karena mereka mempunya KEKUASAAN sehingga kita ENGGAN dan TAKUT untuk BERTEMAN bahkan berpapasan dengan mereka. Padahal, mereka juga MANUSIA seperti hal nya kita semua dan sebuah sapaan “halo pak” dapat membawa kita pada sebuah level kedekatan yang justru akan membantu kita dalam mempersiapkan diri kita disaat kita HARUS sering berhubungan dengan mereka. contoh lah si Anto, dengan segala keterbatasannya tapi memiliki sebuah KEBERANIAN untuk menyapa dan bertemu si direktur, saat ini Anto menjadi seorang yang SUKSES dalam pekerjaannya.

Sebenarnya masih banyak lagi yang bisa kita petik dari kisah ini, kamu bisa menyarikannya sendiri dengan mengaitkan dengan kisah hidup kamu masing-masing.

Yuk, kita buat PERUBAHAN BESAR lainnya dalam hidup kita dengan memulainya dari HAL KECIL yang BISA KITA LAKUKAN. Ga usah muluk-muluk dulu, karena gw sangat yankin kalau kita bisa melakukan hal-hal kecil dengan baik maka tanpa kita sadari kita akan digiring kepada hal-hal besar.

cheers,
- AK -








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.